Plastiknya sudah gratis lagi, terhitung awal OktoberBogor (Antara Megapolitan) - Sejumlah pusat perbelanjaan dan Toserba di Kota Bogor, Jawa Barat, telah menggratiskan kembali kantong plastik kepada para pembeli.
Pantauan Antara, Jumat, pusat perbelanjaan dan toserba yang menggratiskan kantong plastik seperti Ada Toserba di Jalan Pajajaran, Toserba Ngesti di Jalan Pajajaran, Yogya Jungtion di Jalan Sawojajar.
Saat Antara hendak membayar ke kasir, terlebih dahulu bertanya apakah kantong plastik berbayar atau gratis. Petugas kasir menjawab, kantong plastik sudah gratis kembali. Hal serupa juga terjadi di kasir Ada Toserba, maupun Ngesti.
"Plastiknya sudah gratis lagi, terhitung awal Oktober," kata petugas kasir di Yogya Toserba.
Selain toserba, seluruh minimarket di bawah Asosiasi pengusaha ritel Indonesia (Aprindo) juga telah menggratiskan kantong plastik belanja kepada konsumennya terhitung mulai 1 Oktober 2016.
Hal tersebut dilakukan Aprindo, karena adanya pro dan kontra yang terjadi di berbagai daerah, dikarenakan belum adanya payung hukum yang jelas dengan adanya kebijakan plastik berbayar.
Menurut Ketua Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor, Een Irawan, Pemerintah harus tegas dalam kebijakan mengurangi sampah plastik, dan pelaku usaha harus mengikiti instrumen yang dibuat oleh pemerintah dalam mewujudkan negara bebas dari kantong plastik.
"Semoga benar dalam bulan Oktober ini, Peraturan Menteri LHK diterbitkan menggantikan surat edaran Dirjen sampah plastik dan Limbah B3, sehingga tidak ada lagi perdebatan terkait dengan upaya menjalankan komitmen tersebut," katanya.
Een menilai, plastik berbayar bisa efektif kalau semua pihak serius menjalankannya. Tetapi, dengan harga yang lebih mahal di banding harga sebelumnya yakni Rp200 per plastik.
"Kalau boleh usur harganya jadi Rp2.000 sampai Rp5.000 satu plastik, biar masyarakat bisa diedukasi dan mikir, bahwa uang yang dia bayarkan hanya akan menjadi sampah," katanya.
Dengan begitu, lanjutnya, masayrakat lebih memilih membawa kantong atau tas belanja sendiri yang bisa digunakan berkali-kali dan tidak menjadi sampah.
"Sudah cukuplah kita memanjakan orang Indonesia ini dengan plastik gratis, yang akhirnya mereka menjadi tidak peduli dengan lingkungan," katanya.
Sebelumnya, uji coba plastik berbayar berhasil dijalankan selama periode 21 Februari hingga 31 Mei 2016. Setidaknya ada 22 kabupaten/ kota yang berkomitmen untuk menjalankannya, termasuk Kota Bogor salah satunya.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terlihat penurunan penggunaan kantong plastik sebesar 25-30 persen selama masa uji coba 3 bulan pertama, di mana 87.2 persen masyarakat menyatakan dukungannya dan 91.6 persen bersedia membawa kantong belanja sendiri dari rumah.
Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kota Bogor, Lorina Damastuti menyebutkan, Pemerintah Kota Bogor tengah mengupayakan adanya peraturan wali kota yang akan mengatur kembali kebijakan plastik berbayar.
"Ini salah satu dari strategi mitigasi perubahan iklim yang sedang kita siapkan, ada beberapa perwali yang kita siapkan salah satunya untuk plastik berbayar," katanya.
Pewarta: Laily RahmawatiEditor : Andi Firdaus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.