Festival seni budaya tahunan tersebut terselenggara atas kerja sama Parisada Hindu Dharma Indonesia dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.
"Sebanyak 1.300 orang gabungan dari berbagai komunitas seni budaya, agama, penghayat, berbagai komunitas etnis Kota Semarang akan memeriahkan festival ogoh-ogoh ini," kata Kepala Disbudpar Kota Semarang Wing Wiyarso, di Semarang, Jumat.
Menurut dia, festival tersebut sekaligus sebagai wujud upaya memelihara kerukunan antarumat beragama di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.
Penyelenggaraan festival Ogoh-Ogoh itu bukanlah kali pertama di Kota Semarang, sebab festival yang sama telah digelar rutin setiap tahun sejak 2010, dan sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.
Ogoh-ogoh merupakan simbol dari sifat buruk manusia yang diharapkan dapat ditekan atau dihilangkan. Karya seni patung dari budaya Bali itu menggambarkan kepribadian Bhuta Kala.
Sesuai jadwal, festival seni dan pawai Ogoh-Ogoh itu akan dimulai Minggu (30/3), tepat pukul 07.00 WIB dengan titik start di Jalan Pemuda, melewati Jalan Pandanaran, dan berakhir di Lapangan Simpang Lima Semarang.
Pewarta: Zuhdiar LaeisEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026