Pramuka harus bisa mengendalikan diri menjadi penerus bangsa yang berkarakter.Bogor (Antara Megapolitan) - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan organisasi kepanduan Pramuka menjadi wadah pembentuk pemuda berkarakter yang akan menjadi generasi penerus bangsa.
"Pramuka harus bisa mengendalikan diri menjadi penerus bangsa yang berkarakter," kata Bima saat menghadiri pembukaan HUT ke-55 Pramuka tingkat Kota Bogor, Selasa.
Ia mengatakan, para anggota Pramuka identik dengan aktif berpetualang, mencintai alam dan dinamis. Kegiatan pramuka diyakini dapat mengendalikan generasi muda dari godaan era teknologi.
"Teruslah berkarya, bangun karakter anak bangsa, agar organisasi Pramuka tetap jaya," katanya.
Menurut dia, pemuda yang berkarakter akan mampu menampilkan sisi terbaik dari dirinya, menghindari perbuatan yang dapat merugikan dirinya maupun keluarga serta masa depan bangsa.
Sementara itu Ketua Kwarcab Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, peringatan HUT Pramuka harus menjadi motivasi semangat mencapai keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter calon pemimpin bangsa yang baik.
"Peserta pramuka saat ini akan menjadi pemimpin Indonesia yang berkepribadian baik, berkarakter, andal dalam berfikir dan bertindak serta memiliki jiwa bela negara," katanya.
Ade mengharapkan gerakan pramuka ke depan mendapat perhatian lebih dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 yang akan mengatur tentang gerakan kepanduan tersebut sebagai wadah pembentuk karakter anak bangsa.
Peringatan HUT ke-55 Pramuka tingkat Kota Bogor berlangsung meriah. 2.000 siswa dari 60 sekolah dasar memainkan angklung dengan menyanyikan lagu Melati Suci yang mampu memukau tamu yang hadir.
Atraksi pencak silat juga ikut mewarnai perayaan, serta atraksi parade kolone tongkat dan semapur yang langsung disambut dengan parade kolone senjata yang diikuti belasa anggota Pramuka dengan senjata laras panjang.
Berbagai atraksi ditampilkan oleh anggota pramuka dari Saka Wira Kartika mempertontonkan kebolehan bongkar pasang senjata dengan sangat cekatan. Pada bagian penutup ada penampilan Wayang Hihid dari Kontingen Jambore Nasional, hingga atraksi berkuda oleh pimpinan Pramuka Kota Bogor sambil mengibarkan bendera.
Atraksi ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Bogor, terutama untuk pertama kalinya pemimpin upacara Pramuka menggunakan kuda untuk melaporkan pelaksanaan kegiatan telah selesai.
"Kuda cocok dengan simbol pramuka yang aktif berpetualang, dan dinamis. Sejalan dengan gerakan pramuka yang harus bisa mengendalikan diri di tengah godaan teknologi," kata Bima.
Pewarta: Laily RahmawatiUploader : M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.