Capaian tersebut hampir menyamai penghasilan film "Avatar" pertama yang dirilis pada 2009 dan menjadi film berpenghasilan tertinggi dalam sejarah dengan penjualan tiket secara global sebesar 2,9 miliar dolar AS (Rp43,5 triliun).
Menurut sutradara James Cameron, "Avatar 2" perlu mencapai angka 2 miliar dolar AS hanya untuk mencapai titik impas.
Disney belum mengungkapkan secara rinci anggaran film tersebut, tetapi The Hollywood Reporter melaporkan bahwa biaya produksi "Avatar 2" setidaknya mencapai 350 juta dolar AS (Rp5,2 triliun) ditambah biaya pemasaran. Studio membagi hasil penjualan tiket dengan pihak bioskop.
Setelah enam pekan bertahan di bioskop, film ini menduduki peringkat keenam sebagai film terlaris sepanjang masa. Penjualan tiket sebesar 1,4 miliar dolar AS (Rp21 triliun) disumbang dari pasar internasional di luar Amerika Serikat dan Kanada.
"Setiap kali suatu film berada dalam miliaran (pendapatan dalam dolar AS), maka berada di jajaran waralaba teratas," kata analis media senior di Comscore Paul Dergarabedian, mengutip laporan Reuters, Selasa.
Sementara itu, "Avatar" ketiga, yang sedang dibuat, dijadwalkan untuk debut pada Desember 2024 sedangkan sekuel keempat dijadwalkan tayang Desember 2026 dan sekual keenam pada Desember 2028.
Baca juga: Film Avatar masih kuasai box office pada pekan kelima
Baca juga: WhatsApp hadirkan fitur "Avatar" di layanannya mudahkan pengguna ekspresikan diri
Pewarta: Rizka KhaerunnisaEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026