GR2B-Unjuk-Rasa-Tolak-Kenaikan-KRLBogor, 10/7 (ANTARA) - Sekitar 20 orang dari organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Bogor Bersatu berunjukrasa didepan Stasiun Bogor, menolak rencana kenaikan harga tiket kereta listik (KRL), Selasa.
Massa berorasi di depan Stasiun Bogor, selama beberapa menit, lalu berorasi di depan tiketing stasiun dan dilanjut di atas rel kreta.
Sekelompok massa yang datang membawa sebuah spanduk ukuran besar berwarna hitam yang bertuliskan "Tolak kenaikan harga KRL".
Dalam orasinya mereka menolak kenaikan harga tiket kereta dan mendesak pihak stasiun untuk tidak menaikkan harga tiket.
"Kami GR2B menolak total kenaikan tiket kereta. Ini sangat memberatkan masyarakat kecil," kata Harry Ara ketua GR2B dalam orasinya.
Harry mengatakan, kenaikan harga tiket KRL sebesar 30 persen tersebut akan menyengsarakan rakyat.
Menurutnya, PT KAI selalu merencanakan kenaikan harga tiket KRL dengan alasan untuk meningkatkan pelayanan.
"Tapi mana buktinya, kereta masih kurang, penumpang masih banyak yang berdiri, bahkan jadwal kereta selalu terlambat," katanya.
Selama kurang lebih 30 menit berorasi, kedatangan rombongan anggota GR2B diterima oleh Wakil Kepala Stasiun Bogor E Syarif Budiman.
Syarif mengatakan, akan menyampaikan aspirasi masyarakat ke pihak manajemen PT KAI.
"Sebagai warga Bogor secara pribadi kita memang menginginkan yang terbaik. Kita perlu memandang dan mengantisipasi kenaikan harga ini. Tapi kita tau beradasarkan keputusan menteri nomor 35 tahun 2010 yang mengatur harga tiket KRL memang Rp9.000 dan rencana ini sempat ditolak dan ditangguhkan hingga kini harga tiket menjadi Rp7.000. Sebenarnya pada 1 Oktober itu bukan kenaikan tarif tapi penyesuaian tarif sesuai Kepmen," katanya.
Usai berorasi dan diterima oleh pihak Stasiun, GR2B pun meninggalkan stasiun secara tertip dan menempelkan spanduk berisi petisi penolakan kenaikan harga stasiun.
Sementara itu, aksi massa GR2B mendapat perhatian ratusan penumpang KRL yang sedang menunggu kedatangan kereta di stasiun.
Secara kebetulan jadwal kereta yang datang sedikit lama membuat suasana di stasiun menjadi padat oleh kerumunan orang.
Salah satu penumpang kereta Andi warga Kota Bogor, setuju dengan aksi massa GR2B yang menolak rencana kenaikan tarif.
Andi mengaku menggunakan kereta setiap dua kali seminggu untuk keperluan usaha di Jakarta.
Sebagai pengguna kereta, Andi mengaku keberatan dengan rencana kenaikan harga tiket KRL tersebut.
"Jangan dinaikkan lagilah, yang tujuh ribu aja kita sudah merasa berat apalagi dinaikkan," katanya.
Laily R
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.