Jangan lupa, pisahkan dana darurat pada rekening tabungan lain agar dapat tersimpan dengan baik.
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan konsultan Grant Thornton Indonesia memberi tiga tips atau kiat bagi milenial menghadapi dampak inflasi menyusul gejolak perekonomian global yang terjadi saat ini.
CEO Grant Thornton Indonesia Johanna Gani dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan perlu ada peran masyarakat dalam menekan tingkat inflasi di Indonesia.
"Hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah menghindari sikap konsumtif yang berlebihan terhadap produk-produk impor dan mulai beralih ke produk buatan dalam negeri," katanya.
Johanna juga menyebut perlu ada persiapan dan edukasi kesehatan finansial bagi generasi milenial sebagai calon penerus bangsa. "Cerdas mengelola keuangan pribadi adalah sebuah keharusan untuk membantu menahan laju inflasi," katanya.
Baca juga: Menkeu berikan hadiah Rp10 miliar ke 10 provinsi yang tekan inflasi
Setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan generasi milenial untuk menghadapi inflasi. Pertama yaitu mengatur pengeluaran secara bijak. Dengan mempersiapkan rencana keuangan, pengeluaran yang tidak perlu dapat dicegah.
Selain itu adalah penting untuk tidak selalu meningkatkan gaya hidup seiring dengan meningkatnya pendapatan, apalagi menerapkan gaya hidup yang lebih boros dibandingkan dengan pendapatan.
Kedua, yakni memiliki dana darurat, seperti menabung, dan digunakan untuk keperluan mendesak seperti sakit hingga kala mengalami kondisi tanpa penghasilan. Dana darurat biasanya sebanyak enam kali total pengeluaran dalam satu bulan. Semakin banyak tanggungan, maka semakin besar pula dana darurat yang perlu dipersiapkan.
"Jangan lupa, pisahkan dana darurat pada rekening tabungan lain agar dapat tersimpan dengan baik," kata Johanna.
Baca juga: Dekan FEB UI sebut pemberian kompensasi untuk antisipasi inflasi tinggi
Ketiga, mulai berinvestasi sedini mungkin, seperti membeli rumah dan dana pendidikan anak. Terdapat banyak instrumen investasi mulai dari reksadana, saham, deposito, obligasi, sampai logam mulia.
Berdasarkan studi bertajuk "Indonesia Gen Z and Millennial Report 2020" yang dirilis oleh institusi Alvara Research 1, disebutkan sebagian masyarakat urban milenial di berbagai kota di Indonesia mengaku sulit menabung atau berinvestasi karena rata-rata pengeluaran rutin bulanan mereka, terutama yang berusia 25-40 tahun, menghabiskan sebesar 57 persen dari total pemasukan.
Alih-alih menabung atau berinvestasi dari sisa 43 persen pendapatan, hampir semua dilarikan untuk pengeluaran gaya hidup seperti travelling, healing, dan menyesap kopi kekinian.
Pewarta: Ade irma JunidaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.