bpbd-bogor-data-wilayah-rawan-kekeringanBogor, 5/7 (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melakukan pendataan wilayah rawan kekeringan.
"BPBD menginstruksikan seluruh camat yang ada di wilayah Kabupaten Bogor untuk mendata wilayahnya. Bila ada yang mulai mengalami kesulitan air bersih segera melaporkannya," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Makmur Rozak di Bogor, Rabu.
Makmur mengatakan, pendataan dilakukan selama satu minggu ini. Seluruh camat akan menginventarisasi wilayah yang kemungkinan mengalami kesulitan air bersih.
Hingga saat ini, lanjut Makmur, BPBD belum menerima laporan adanya wilayah di Kabupaten Bogor yang mengalami kekeringan. Namun, sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Barat yang menginstruksikan seluruh BPBD kota dan kabupaten untuk siaga kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Menurut Makmur, berkaca pada peristiwa kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Bogor tahun lalu. Kawasan tersebut menjadi prioritas data wilayah kekeringan yang ada di BPBD.
Sejumlah wilayah yang pernah mengalami kekeringan diantaranya Cariu, Bojong Koneng dan Babakanmadang.
Untuk mencegah kekeringan, BPBD juga berkoordinasi dengan PDAM Tirta Kahuripan untuk menyediakan air bersih bagi wilayah yang mengalami kesulitan air.
"Setelah melakukan pendataan, minggu depan BPBD akan menggelar rapat koordinasi yang akan diikuti seluruh camat, PDAM Tirta Kahuripan dan PMI untuk mempersiapkan upaya-upaya mengantisipasi terjadinya kekeringan," katanya.
Makmur mengatakan, prioritas antisipasi kekeringan dilakukan untuk wilayah yang ketersediaan sumber air bersihnya terganggu. Bila disuatu wilayah mengalami kekeringan, namun di kawasan tersebut masih ada sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan hal tersebut belum dikategorikan kekeringan.
BPBD bersama PDAM Tirta Kahuripan akan berkoordinasi untuk menyediakan kebutuhan air bersih melalui suplai air menggunakan tangki air yang tersedia.
"Kita berharap kasus kekeringan ini tidak terjadi, sehingga masyarakat tidak kesulitan," kata Makmur.
Sementara itu, selama kurun waktu tiga minggu wilayah Bogor tidak diguyur hujan. Hal ini menyebabkan sejumlah tanaman milik warga mengalami kekeringan.
Seperti yang dialami Hesti (50) warga Sentul, sejumlah tanaman yang ada di pekarangan rumahnya mulai mengering.
"Sudah tiga minggu hujan ngak turun, tanaman-tanaman jadi kering. Saya jadi khawatir tanaman mati," katanya.
Namun, selama dua hari terakhir hujan kembali mengguyur wilayah Bogor meski dengan intensitas rendah dan terjadi selama sore dan malam hari.
Laily R
: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.