ECB pada Kamis memutuskan untuk memotong suku bunga acuan atau operasi pembiayaan kembali (refinancing) utama untuk kawasan euro sebesar lima basis poin ke rekor terendah nol persen.
New York (Antara/Xinhua/Antara Megapolitan) - Kurs dolar AS melemah terhadap euro di perdagangan New York pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memperluas rencana stimulusnya, tetapi mengisyaratkan tidak akan ada penurunan suku bunga selanjutnya.

ECB pada Kamis memutuskan untuk memotong suku bunga acuan atau operasi pembiayaan kembali (refinancing) utama untuk kawasan euro sebesar lima basis poin ke rekor terendah nol persen.

Bank sentral juga memperluas program pembelian aset dari 60 miliar euro (66,81 miliar dolar AS) menjadi 80 miliar euro (89,08 miliar dolar AS) per bulan, yang dimulai pada April.

Namun, Presiden ECB Mario Draghi menyatakan bahwa tahun-tahun pemotongan suku bunga mungkin pada akhirnya dapat berakhir.

"Suku bunga akan tetap rendah, sangat rendah, untuk jangka waktu yang panjang dan jauh melewati batas pembelian kami," kata Draghi, menambahkan bahwa "dari perspektif hari ini dan memperhitungkan dukungan dari langkah-langkah kami untuk pertumbuhan dan inflasi, kami tidak mengantisipasi bahwa diperlukan untuk mengurangi suku bunga lebih lanjut."

Mata uang bersama melonjak 1,8 persen terhadap greenback pada akhir perdagangan. Sementara itu, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 1,04 persen pada 96,159.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1206 dolar dari 1,1010 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4290 dolar dari 1,4221 dolar. Dolar Australia turun ke 0,7450 dolar dari 0,7511 dolar.

Dolar dibeli 112,99 yen Jepang, lebih rendah dari 113,33 yen pada sesi sebelumnya. Greenback turun menjadi 0,9821 franc Swiss dari 0,9970 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,3345 dolar Kanada dari 1,3252 dolar Kanada.  

Penerjemah: A. Suhendar/A. Suhendar.

    




Editor : M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2026