Kota Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menekankan tiga pedoman selama Bulan Suci Ramadhan 1443 Hijriah/2022 yakni mengenai aturan pemerintah soal Pandemi COVID-19, ketersediaan sembako dan keamanan.

“Sampai hari ini masker masih tetap menjadi kewajiban, belum ada perintah, instruksi atau arahan dari pusat untuk melepas masker," katanya di Kota Bogor, Jumat. 

Bima Arya pun telah memimpin apel kesiapan pengamanan Operasi Kurma Raya Tahun 2022 di Alun-Alun Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor sebagai langkah koordinasi bersama seluruh pihak terkait. 

apel bermaksud mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (gukamtibmas) dan penerapan protokol (prokes) kesehatan jelang dan selama bulan suci ramadan.

Dalam arahannya, Bima Arya menyampaikan tiga hal yang harus dipedomani. Pertama, terkait langkah, kesamaan gerak dan cara pandang semua unsur dalam menangani perkembangan Covid-19 jelang bulan suci Ramadhan. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, kata dia, situasi dan kondisi menunjukkan sudah sangat melandai, kasus dan vaksinasi menunjukkan angka yang baik, namun langkah ke depan akan menentukan kondisi COVID-19 di Kota Bogor selanjutnya. 

“Sampai hari ini masker masih tetap menjadi kewajiban, belum ada perintah, instruksi atau arahan dari pusat untuk melepas masker," katanya.

Bima pun meminta seluruh jajaran Forkopimda di wilayah terus mengingatkan warga tetap taat prokes dan ini menjadi kewajiban utama, walaupun kondisi berangsur-angsur normal.

"Pelaksanaan ibadah kembali normal. Ini menjadi atensi semua agar memastikan tidak ada kerumunan berlebihan dan tidak ada hal-hal yang menimbulkan persoalan terhadap prokes,” katanya. 

Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor ini juga menyampaikan, pengawasan akan tetap dilaksanakan, baik di tempat ibadah maupun tempat lain sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dan dinamika yang bisa mengakibatkan peningkatan kasus serta akan disikapi dengan langkah-langkah yang lebih tegas. 

Di sisi lain, vaksinasi terus digencarkan, khususnya booster untuk mendukung keperluan warga melakukan mobilitas dengan pedoman fatwa MUI bahwa vaksin di bulan ramadan tidak bertentangan dan aman. 

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Bogor, Pada Kamis (31/3) stok vaksin penguat telah dikirimkan kembali oleh Kementerian Kesehatan sebanyak 749 dosis AstraZeneca.  

Selanjutnya yang kedua, kata dia, yang menjadi atensi adalah ketersediaan sembako. Kelangkaan yang terjadi terhadap minyak goreng dan solar pun harus menjadi perhatian.

"Mari kita rapatkan barisan, deteksi secara dini indikasi kelangkaan barang-barang pokok di pasar atau titik-titik lainnya," kata Bima.  

Menurut dia, langkah lebih lanjut segera dikoordinasikan dan komunikasi dengan kementerian dan dinas terkait dan yang paling utama adalah mengantisipasi tidak terjadi potensi konflik atau gejolak akibat kelangkaan pangan.

Kemudian yang ketiga, kata  Bima, ketertiban masyarakat (kamtibmas) akan menjadi perhatian karena dari tahun ke tahun menunjukkan selalu ada indikasi naiknya angka kriminalitas, sehingga keamanan lingkungan dan setiap sudut di Kota Bogor diminta Bima Arya untuk dicermati dan diawasi. 

“Jalin komunikasi dan koordinasi secara baik dengan tokoh agama dan masyarakat di wilayah masing-masing, agar semua bisa berkolaborasi dan menjaga ketertiban di Kota Bogor,” ujarnya.




 

Pewarta: Linna Susanti
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026