"Kita jangan lengah, jangan menganggap ini enggak ada kasusnya," ujarnya di Kota Depok, Senin.
Imam juga mengingatkan warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 melalui 6M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.
Dia juga mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi untuk membantu meringankan efek yang dirasakan warga akibat terpapar Covid-19.
"Siapa belum divaksinasi segera vaksin kerena vaksin salah satu yang melemahkan terjadinya penularan," katanya.
Dinas Kesehatan Kota Depok juga mengingatkan seluruh warga untuk mewaspadai adanya varian B.1.1.529 atau Omicron, dengan terus mematuhi protokol kesehatan secara ketat saat melakukan aktivitas di luar rumah.
Kepala Dinkes Kota Depok Mary Liziawati mengatakan varian tersebut saat ini belum ada di Kota Depok namun antisipasi tetap harus dilakukan.
"Kasus varian ini belum masuk ke Indonesia namun dengan mematuhi prokes secara ketat merupakan bagian dari pencegahan yang paling efektif," ujarnya.
Mary menuturkan Dinas Kesehatan belum memberikan instruksi ke rumah sakit di Kota Depok untuk meningkatkan kewaspadaan karena masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait hal-hal yang harus dilakukan.
Baca juga: Ini kiat atasi kecemasan hadapi Omicron
Baca juga: WHO: sejauh ini belum ada laporan kematian akibat COVID-19 Omicron
Pewarta: Feru LantaraEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.