pdip-siapkan-tujuh-nama-bakal-calonBekasi, 22/5 (ANTARA) - Tim pemenangan Pilkada DPC PDIP Kota Bekasi, Jawa Barat, mengklaim telah memperoleh tujuh nama bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang akan diusung pada pemungutan suara 16 Desember 2012 mendatang.
"Mereka adalah empat kader internal dan tiga dari unsur eksternal partai," ujar Ketua Tim Pemenangan Pilkada PDIP Kota Bekasi, Darius Dolok Saribu, di Bekasi, Selasa.
Menurut dia, bakal calon tersebut belum secara resmi mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkada Kota Bekasi untuk diusung PDIP. Namun, masih sebatas komunikasi dan menyampaikan ketertarikannya untuk mendaftarkan diri.
"Sejak penjaringan bakal calon kepala daerah Kota Bekasi 2013-2017 kita buka pada Rabu (16/5) lalu, rata-rata peminatnya baru sebatas menyatakan ketertarikan secara lisan." katanya.
Darius mengaku belum dapat menyebutkan nama-nama peserta tersebut sebelum diumumkan secara resmi oleh partainya.
Menurut Darius, pengambilan formulir pendaftaran dibuka untuk umum hingga 28 Mei 2012 dan penyerahan formulir maksimal 29 Mei hingga 5 Juni 2012.
Informasi yang dihimpun ANTARA dari berbagai sumber di internal PDIP Kota Bekasi, keempat nama kader internal PDI Perjuangan yang dipastikan mendaftar adalah Tumai (Sekretaris DPC PDIP Kota Bekasi), Anim Imanudin (Angggota DPRD Kota Bekasi), Sumiyati Mochtar Mohamad (Istri mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad), dan Nuryadi Darmawan (pengusaha).
Nama-nama yang terjaring, kata dia, kemudian akan disosialisasikan kepada pengurus partai dari mulai tingkat ranting hingga Pengurus Anak Cabang (PAC).
"Kami juga menampung masukan dari masyarakat terkait dengan nama-nama yang sudah terjaring," katanya.
Dikatakan Darius, nama yang terjaring kemudian akan disurvei tingkat popularitas dan elektabilitasnya melalui lembaga survei Indobarometer dan Lembaga Survei Indonesia (LSI).
"Komunikasi dengan partai lain terus dilakukan untuk membangun koalisi besar," demikian Darius.
Andi F
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.