Sudah ada yang 12 orang mengambil formulir, tiga calon ketua umum dan sembilan calon komite eksekutif.Jakarta (Antara Megapolitan) - Berdasarkan penelusuran terkait dengan bursa pencalonan ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), sejauh ini telah ada tiga nama yang kuat, yang diperkirakan akan muncul dalam bursa, yakni Alfitra Salam, Tono Suratman, dan Muddai Madang.
Menurut rilis yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, menyebutkan Alfitra Salam adalah Asisten Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) yang telah cukup lama berada di Kemenpora sejak kepemimpinan Roy Suryo di akhir periode kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.
Tono Sumartono adalah jenderal purnawirawan yang menjabat sebagai Ketua Umum KONI Pusat, sedangkan Muddai Madang adalah pengusaha Sumatera Selatan yang menjabat sebagai Ketua Koni Sumatera Selatan, Muddai Madang adalah salah seorang yang berada di balik kiprah klub sepakbola Sriwijaya FC.
Sedangkan nama-nama lain di luar tiga nama yang cukup kuat beredar adalah purnawirawan Jenderal angkatan laut, Immanuel Robert Inkiriwang, seorang tokoh Minahasa, yang juga mantan Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria di masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yodhoyono.
Kemudian ada nama Icuk Sugiarto, mantan atlet Bulutangkis kenamaan yang telah mendaftar pada tim penjaringan "alternatif" yang dikomandani oleh Doddy Iswandi.
Dari nama-nama yang beredar itu, Tono Suratman sejak kasus dualisme pengurus PSSI, sebenarnya telah cukup banyak diketahui publik bahwa loyalitas dia cenderung berada pada salah satu kubu yang memihak Ketua Umum Partai Golkar.
Sedangkan Alfitra Salam, adalah orang yang sebenarnya besar di karir birokrasi, mulai dari peneliti di LIPI hingga menjadi sesmenpora. Kedekatan Alfitra Salam dengan Andi Alfian Mallarangeng sedikit banyak cukup menentukan karir Alfitra Salam.
Muddai Madang, salah satu orang kuat yang merupakan orang dekat Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin yang pada saat ini cukup banyak diterima oleh berbagai kelompok kekuatan di politik kekuasaan, baik di kubu penguasa maupun kubu yang berseberangan. Dua nama terakhir seperti Robert Inkiriwang dan Icuk Sugiarto, adalah calon-calon yang muncul lebih karena reputasi pribadi.
"Berdasarkan pengakuan IOC (Dewan Olimpiade Internasional), saya baru satu periode," kata Rita Subowo
Selain berhadapan dengan kelompok yang mempersoalkan AD/ART, pada kongres akhir bulan Oktobernanti Rita juga dihadapkan dengan banyaknya pesaing untuk menjadi pucuk pimpinan KOI. Sebut saja Ketua KONI Sumatra Selatan Mudai Maddang.
Selain itu, ada Sesmenpora Alfitra Salamm, pengusaha nasional Erick Thohir dan yang baru mendaftar belakangan ini mantan atlet bulutangkis nasional Icuk Sugiarto, Ketua Umum KONI Tono Suratman dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga disebut-sebut bakal maju dalam bursa perebutan ketua KOI.
Pegiat olah raga berharap Kongres KOI kali ini meneguhkan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Panasnya perebutan ketua KOI dikuatirkan bisa mengganggu persiapan Indonesia baik sebagai peserta maupun tuan rumah Asian Games 2018. Di sinilah perlunya kontinyuitas kepemimpinan untuk menjamin keberlanjutan persiapan Asian Games 2018.
Sebelumnya, tim penjaringan calon ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sejauh ini telah mengungkapkan bahwa telah ada 12 orang yang mendaftarkan diri untuk menjadi calon pimpinan KOI dalam kongres yang menurut rencana akan diadakan pada akhir Oktober 2015 ini.
"Sudah ada yang 12 orang mengambil formulir, tiga calon ketua umum dan sembilan calon komite eksekutif," kata Ketua Tim Penjaringan Achmad Budiharto kepada wartawan pada hari Sabtu (10/10/2015) lalu. Keduabelas nama melengkapi Ketua Umum KOI saat ini, Rita Subowo yang juga disebut-sebut bakal maju lagi untuk kedua kalinya.
Achmad Budiharto memilih untuk tidak membuka kepada wartawan tentang siapa-siapa yang telah masuk ke dalam bursa Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia. Tetapi salah seorang yang sudah mendaftar, Ketua KONI Sumatera Selatan Muddai Madang secara pribadi telah mengatakan kepada wartawan tentang dirinya sebagai salah seorang yang telah mengambil formulir pendaftaran pencalonan Ketua KOI.
"Saya secara resmi mencalonkan diri sebagai ketua KOI, dan setelah formulir ini diambil akan segera diisi dengan disertakan bukti dukungan dari cabang olahraga kepada tim penjaringan," kata Muddai Madang kepada wartawan beberapa waktu yang lalu.
Achmad Budiharto menjelaskan lebih lanjut bahwa pendaftaran masih akan dibuka sampai dengan 26 Oktober 2015. Secara resmi pendaftaran sebenarnya telah dimulai sejak 2 Oktober 2015. Jika berkas pendaftaran selesai diterima, tim penjaringan akan merekapitulasi berkas tersebut untuk kemudian akan dilaporkan ke kongres yang menurut rencana akan digelar di jakarta pada tanggal 31 Oktober 2015 mendatang.
Pewarta: Aubrey Kandelila FananiEditor : M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.