Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memetakan klaster perikanan dan peternakan unggulan di sejumlah wilayah untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ekonomi masyarakat berbasis komoditas lokal.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cijeruk, Jabar, Kamis, mengatakan pemetaan potensi wilayah dilakukan agar program pengembangan sektor perikanan dan peternakan lebih tepat sasaran. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Sinergi antara sistem pembenihan yang baik dan pemetaan potensi wilayah yang akurat adalah kunci. Kami optimistis langkah ini mampu mendorong Kabupaten Bogor menjadi lumbung pangan utama di Jawa Barat," ujar Rudy.
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Pemkab Bogor, Kecamatan Cijeruk difokuskan sebagai sentra ikan hias seperti koi, koki, dan ikan emas. Kecamatan Kemang diarahkan menjadi pusat pengembangan budidaya ikan lele.
Selanjutnya, Kecamatan Rancabungur dikembangkan sebagai sentra budidaya ikan patin dan nila. Sementara Kecamatan Pamijahan diarahkan untuk pengembangan berbagai jenis ikan lokal unggulan.
Di sektor peternakan, Kecamatan Rumpin dan Jasinga diproyeksikan menjadi pusat pengembangan peternakan ayam guna mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat pasokan protein hewani.
Rudy menjelaskan pemetaan klaster komoditas tersebut diharapkan dapat mendorong pembudidaya dan peternak untuk lebih fokus meningkatkan produktivitas sesuai potensi wilayah masing-masing.
Menurut dia, pemerintah daerah juga berkomitmen menjaga ketersediaan benih berkualitas dan memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha di sektor perikanan dan peternakan.
Ia menekankan, dengan penguatan sektor hulu hingga hilir tersebut, Pemkab Bogor berharap roda perekonomian masyarakat di sentra-sentra produksi dapat bergerak lebih cepat dan memberikan nilai tambah bagi warga setempat.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.