Penjualan dalam bentuk e-commerce saat ini mencapai 5-6 persen dari total penjualan kami.Depok, (Antara Megapolitan) - Hypermart menggarap perdagangan melalui e-commerce atau `online` pada pasar ritel dalam beberapa tahun terakhir ini semakin diminati masyarakat, karena memberi kemudahan konsumen dalam berbelanja.
"Penjualan dalam bentuk e-commerce saat ini mencapai 5-6 persen dari total penjualan kami," kata Director Communications and Public Relations PT Matahari Putra Prima Tbk, Danny Kojongian kepada wartawan saat melakukan kunjungant ke Hypermart, Jumat.
Penjualan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang mengelola Hypermart, Foodmart dan Boston Health and Beauty pada 2014 mencapai 2014 sebesar Rp13,59 triliun (diaudit) naik sebesar 14,1 persen dibanding pada 2013.
Sedangkan Net Income 2014 sebesar Rp554 miliar atau naik sebesar 24,5 persen dari 444,9 miliar pada 2013.
Danny mengatakan pelayanan penjualan melalui e-commerce atau online ini bukan hanya langsung diantar kerumah-rumah pelanggan, tetapi juga bisa mengambil barang di depan gerai kami, sehingga konsumen tidak perlu mengantri.
"Ini merupakan kemudahan yang kami berikan kepada konsumen untuk mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari," katanya.
Untuk itu kata dia kami terus memperbaiki jaringan teknologi informasi yang kami miliki dan juga ekspedisi terus ditingkatkan pelayanannya. "Konsumen sekarang ingin serba praktis dan sangat selektif memilih barang," jelasnya.
Selain menyediakan layanan e-commerce, Hypermart juga membenahi tata letak barang yang dijual digerai-gerai. Dengan menggunakan konsep G7 atau Generasi 7, Hypermart sudah melakukan renovasi selama tiga bulan tersebut siap kembali hadir melayani warga Depok.
"Sekarang kami hadir dengan konsep baru, dengan lambang dan logo baru dan lebih modern. Diharapkan nantinya pelayanan kami dapat lebih memuaskan konsumen," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini perekonomian Indonesia sedang menurun tetapi kami ingin menunjukkan komitmen kepada customer bahwa keberadaan kami tetap ada. Konsep G7 ini sudah ada sejak tahun lalu.
"Secara ekonomi dan gaya hidup warga Depok sudah sangat maju. Ini bisa dilihat dari perkembangan Kota Depok yang demikian pesatnya," katanya.
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga mendekati Rp15.000 per dolar AS, tentunya berpengaruh terhadap harga barang-barang, terutama yang menggunakan bahan baku impor seperti susu.
"Kenaikannya bisa mencapai antara 5-10 persen," katanya.
Pewarta: Feru LantaraEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.