kemenag-efisinsikan-kuota-haji-hapus-tphd-
Bogor, 12/4 (ANTARA) - Kementerian Agama berencana akan melakukan efisiensi kuota haji dengan meniadakan Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) dimulai tahun ini, karena dinilai mengurangi jatah kuota bagi jemaah.

"Kita berencanan untuk meniadakan TPHD ini untuk mengefisiensikan kuota yang tersedia," kata Menteri Agama Suryadharma Ali saat ditemui usai menghadiri pembukaan rapat kerja nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di IPB International Convention Center, Bogor, Rabu.

Menteri mengatakan keberadaan TPHD dinilai memboroskan jatah kuota yang tersedia karena bila satu kloter terdiri dari tiga orang petugas sementara ada 500 kloter tersedia maka kuota akan terpakai sebanyak 1.500 untuk petugas haji.

Menurut Menteri dengan efisiensi tersebut kuota yang tersedia akan diprioritaskan untuk calon jemaah haji yang sudah berusia lanjut.

"Jika satu kloter ada tiga petugas, dikali jumlah kloter sebanyak 500 kloter, maka ada 1.500 kuota yang terpakai untuk petugas haji," kata Suryadharma.

Menteri mengatakan saat ini Kementerian Agama tengah menginventarisir jumlah jemaah haji lansia yang jumlahnya lebih dari 6.000 orang.

Kementerian agama melakukan penyisiran usia jemaah mulai dari usia 60 hingga 70 tahun, dari usia 70 hingga 80 tahun dan dari 80 ke 90 tahun serta dari 90 ke 100 tahun.

"Dari data yang kita sisir seminggu yang lalu, usia 80 tahun ke atas masih banyak jumlahnya. Tapi 81 tahun ke atas sudah berkurang. Kita akan prioritaskan usia 85 tahun ke atas untuk dihabiskan lebih dahulu," katanya.

Menurut Menteri jika semua lansia diprioritaskan maka akan menghabiskan kuota 270 ribu orang karena masing-masing lansia menggunakan pendamping.

"Jika kita fokus pada lansia ini akan memerlukan waktu tiga tahun," katanya.

Menteri mengatakan supaya yang sudah mendapatkan porsi keberangkatan tahun ini tidak terganggu, dirinya berencana akan mengajukan penambahan kuota kepada pemerintah Arab Saudi.

Rencananya Menteri akan bertolak ke Arab Saudi tanggal 2 Mei depan untuk menyampaikan pengajuan penambahan kuota.

Jumlah kuota yang akan diajukan sebanyak 10.000 jika penambahan kuota dikabulkan makan jumlah kuota Indonesia tahun ini sebanyak 221.000 jemaah.

Penambahan kuota ini lanjut Menteri, akan digunakan sebanyak-banyaknya untuk lansia.

"Kita mengajukan 10.000 kuota, tapi kita berharap dapat dikabulkan 20.000 kuota. Jika ini dikabulkan akan kita prioritaskan untuk para lansia," katanya.

Menteri berharap penambahan kuota dapat mengurangi jumlah tunggu jemaah haji Indonesia yang saat ini mencapai 1,7 juta.

    
Laily R


: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026