"Penyelidikan masih berjalan, saat ini kita masih menunggu dokumen anggaran perawatan di Kebun Raya Bogor," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Auliya Djabar, saat ditemui Antara di kantornya, Rabu.
Auliya menjelaskan, dokumen anggaran perawatan milik Kebun Raya Bogor diperlukan sebagai tambahan bukti dalam penyelidikan yang sedang dilakukan.
"Kita ingin mengetahui sejauh mana perawatan dan pemeliharaan pohon yang dilakukan Kebun Raya Bogor," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya sudah meminta daftar isian penggunaan anggaran atau DIPA kepada pihak Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor-LIPI.
"Kepala Kebun Raya Bogor bersama stafnya sudah datang untuk menjelaskan soal DIPA, dan kita cuma dikasih nomor DIPA-nya saja tidak dengan dokumennya," katanya.
Dikatakannya, dalam penyelidikan kasus pohon tumbang yang menewaskan tujuh orang tersebut pihaknya sudah melakukan sejumlah tahapan diantaranya olah tempat kejadian perkara yang dilakukan sebanyak dua kali.
Polisi juga sudah mengumpulkan alat bukti di lokasi kejadian, serta meminta keterangan sejumlah saksi baik dari pihak korban maupun petugas kebun raya yang berada di lokasi saat kejadian.
"Kita juga sudah mendatangkan saksi ahli dari IPB untuk memeriksa kondisi pohon, dan pohon yang patah tersebut kondisinya sudah keropos dimakan rayap," katanya.
Ia mengatakan, rencananya pihak kepolisian akan segera memanggil Kepala PKT Kebun Raya Bogor-LIPI untuk dimintai keterangan.
"Tetapi kita masih mengumpulkan alat bukti sebelum pemanggilan dan melakukan reka ulang kejadian," katanya.
Peristiwa pohon tumbang di Kebun Raya Bogor terjadi Minggu (11/1) sekitar pukul 10.15 WIB. Mereka yang menjadi korban merupakan karyawan PT Asalta Mandiri Agung yang merupakan anggota Ikatan Serikat Buruh Indonesia-Bogor.
Mereka datang ke Kebun Raya Bogor menghadiri acara silaturahmi sekaligus diskusi tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), total jumlah karyawan yang ikut dalam kegiatan sebanyak 180 orang, namun pada saat kejadian yang datang baru sekitar 80 orang.
Saat kejadian mereka sedang berkumpul di Jalan Astrid atau tepat berada di bawah pohon Damar Agathis Borneo yang mengalami patah di bagi tengahnya, sementara saat peristiwa terjadi cuaca cerah tidak ada angin.
Total korban yang dilarikan ke RS PMI sebanyak 30 orang, mereka terdiri dari tujuh orang meninggal dunia dan sisanya luka-luka.
Pewarta: Laily RahmawatiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.