Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Selasa (14/1), mulai dari fakta menarik kasus Asabri hingga pemerintah siap "gigit" mafia migas.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca.

1. Fakta-fakta menarik seputar kasus Asabri

Menteri BUMN Erick Thohir kembali mengungkap persoalan dalam BUMN asuransi. Kali ini PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) yang diduga mengalami kerugian akibat portfolio investasi pada saham-saham.

Seperti apa kasus yang terjadi dalam tubuh Asabri, simak fakta-faktanya berikut ini.

1.Kerugian pada portofolio saham Asabri

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebutkan memang terdapat kerugian di portofolio dari sisi saham milik PT Asabri (Persero) namun belum diketahui terkait jumlah kerugian tersebut.

Baca selengkapnya


2. Sri Mulyani telah hentikan penyaluran dana untuk 56 desa fiktif

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan penyaluran dana desa untuk 56 desa fiktif atau desa yang memiliki nama tapi tidak berpenghuni di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, telah dihentikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia untuk membahas postur APBN 2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

Baca selengkapnya di sini


3. Sri Mulyani: Penguatan rupiah belum berdampak terhadap APBN

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih belum memberikan dampak untuk penerimaan APBN, terutama dari sisi minyak dan gas (migas).

Sri Mulyani menuturkan penguatan rupiah tersebut baru terjadi dalam beberapa waktu terakhir, sehingga perkembangan dan pengaruhnya akan dilihat dalam setahun, tidak bisa hanya dilihat per hari.

Baca selengkapnya di sini


4. Erick: Tindakan Kejagung atas Jiwasraya pulihkan kepercayaan publik

Menteri BUMN Erick Thohir menilai tindakan tegas Kejaksaan Agung yang tidak pandang bulu dengan menetapkan tersangka dan menahan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus Jiwasraya telah mengembalikan kepercayaan publik.

"Tindakan tegas dan tak pandang bulu pada kasus Jiwasraya sangat penting dalam mencapai keadilan sekaligus mengembalikan kepercayaan publik pada korporasi," ujar Erick dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa.

Baca selengkapnya di sini


5. Pemerintah bersiap "gigit" mafia migas

Pemerintah tengah menyiapkan strategi untuk memberantas mafia sektor minyak dan gas yang menyebabkan harga tinggi.

"Presiden selalu menyampaikan bahwa urusan migas harus betul-betul bisa berjalan dengan baik. Beliau sudah sering muncul kata-kata yang begitu keras, saya pikir jangan sampai ke Presidenlah, kalau perlu "menggigit" ya saya duluan yang menggigit," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa.

Baca selengkapnya di sini

Pewarta: Indra Arief Pribadi

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020