Cap daerah terisolir Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jabar, dipastikan akan hilang jika jembatan Ciririp dan Cikanyayang di Desa Parungbanteng, Kecamatan Sukasari rampung.

Dengan adanya jembatan itu, maka akan ada Jalur Lingkar Barat yang menghubungkan secara maksimal jalur antara Purwakarta, Cianjur dan Bogor.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, pihaknya kini sedang mengebut pembangunan jembatan penghubung yang menjadi sarana pendukung Jalur Lingkar Barat. Salah satunya, jembatan besar di sekitar Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari.

Baca juga: Pemkab Purwakarta maksimalkan pelayanan kesehatan melalui program Saung Ambu

"Tentu saja kita lakukan pembangunanannya, minimal jalur bisa terhubung serta akses masyarakat bisa mudah," ujarnya.

Anne menuturkan, finishing Jalur Lingkar Barat menjadi salah satu programnya. Mengingat, di akses jalur darat baru ini masih menyisakan sekitar 10 kilometer lagi yang belum di beton. Serta, belum dibangunnya dua jembatan penghubung sebagai penunjang jalur tersebut.

"Sebenarnya, secara fungsional jalur ini sudah bisa digunakan seluruhnya. Hanya saja, masih ada 10 kilometer lagi yang belum di beton dan perlu dua jembatan yang harus dibangun," kata Anne.

Baca juga: Truk bertonase berat, Pemkab Purwakarta ingin ada aturan jam operasional

Penyelesaian pembangunan jalur ini belum bisa dibereskan di 2019 ini. Dengan kata lain, akan dilakukan secara bertahap. Yang jelas, kata dia, untuk 'beberes' jalur tersebut, di tahun ini pemerintah telah menyiapkan anggarannya. Hanya saja, baru untuk keperluan jembatan penghubungnya.

"Tahun ini, kemampuan anggaran kami hanya untuk membangun satu jembatan dulu. Yakni, jembatan yang menghubungkan Desa Ciririp dan Sukasari," ucapnya.

Anne menjelaskan, pembangunan jembatan ini sifatnya mendesak. Karena, jembatan ini menjadi penghubung lima desa yang ada di jalur Lingkar Barat. Adapun untuk pembangunan jembatan sendiri, anggaran yang disiapkan sekitar Rp 11 miliar.

Baca juga: Kawasan Tajug Gede Cilodong Purwakarta akan jadi pusat studi peradaban

Anne menambahkan, untuk diketahui di jalur 'Trans Papua-nya Purwakarta' itu, rencananya ada dua jembatan penghubung yang akan dibangun. Namun, karena keterbatasan anggaran, pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap. Sesuai anggaran yang ada.

Sedangkan menurut salah seorang warga, Nanang (45) dengan dibangunnya akses jembatan, diharapkan bisa memudahkan masyarakat. Apalagi jembatan penghubung tersebut yang paling dinantikan sejak lama.

"Puluhan tahun kita menanti, alhamdullilah bisa terealisasi harapan kita akses mudah dan bisa meningkat roda perekonomian masyarakat disini," ujarnya. (Adv)

Pewarta: Oleh: Diskominfo Purwakarta

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019