Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menyatakan komitmennya untuk terus menjaga nilai-nilai budaya maritim berbasis kearifan lokal sebagai modal pembangunan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir melalui Pengabdian Masyarakat (Pengmas) di Kepulauan Seribu.

"Tujuan acara ini adalah dalam rangka mempertahankan nilai-nilai tradisi budaya maritim untuk meningkatkan pembangunan ekonomi," kata Ketua Prodi Penyiaran Multimedia dan Dosen Tetap Pariwisata, Pendidikan Vokasi UI, Rahmi Setiawati, Kamis.

Kegiatan Pengmas ini diisi dengan berbagai lomba yang melibatkan ratusan masyarakat, seperti lomba hias kapal, lomba masak kuliner tradisional suku Bugis, dan lomba kano untuk anak-anak dan ibu-ibu.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan acara sedekah laut yang merupakan kegiatan rutin setiap tahun masyarakat Pulau Kelapa Dua. Sedekah laut merupakan bentuk ungkapan rasa bersyukur atas rejeki yang diberikan oleh Allah SWT dan diberikan keberkahan.

Menurut Rahmi, Indonesia sebagai poros maritim, tentunya tidak akan terlepas dengan budaya maritim. Poros maritim adalah paradigma pembangunan yang diperlukan oleh wilayah yang berbasis kemaritiman seperti Kepulauan Seribu.

Dengan paradigma pembangunan tersebut diperlukan suatu pembangunan yang berkarakter sesuai dengan budaya wilayah maritim yang berbasis kearifan lokal, sehingga menumbuhkan identitas masyarakat lokal yang akan memperkokoh semangat pembangunan kembali melalui nilai-nilai budaya maritim.

Rahmi menyebutkan, Kepulauan Seribu dikenal sebagai kepulauan potensi sebagai daya tarik wisata, yang memiliki lokasi strategis di wilayah pesisir Ibu Kota DKI Jakarta.

Keunikan wilayahnya menjadi sebuah potensi kunjungan wisatawan yang ingin menikmati wisata bahari. Hal ini dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik sebagai daya tarik wisata bahari agar dapat meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar Pulau Kelapa.

"Sebagai lembaga pendidikan, Universitas Indonesia berperan penting dalam membangun karakter sumber daya manusia yang ada di sekitar wilayahnya," katanya.

Dengan adanya program tersebut katanya diharapkan menimbulkan kesadaran dari warga sekitar untuk dapat mengembangkan potensi wilayahnya dan menumbuhkan nilai-nilai budaya maritim yang sesuai dengan kondisi masyarakat lokal, sehingga pembangunan masyarakat pesisir yang sesuai dengan kearifan lokal terwujud.

Adapun sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan pemas ini, lanjut Rahmi, program yang dicanangkan diharapkan mampu membangun kesadaran warga sekitar terhadap potensi wisata bahari, keberlanjutan lingkungan, dan penggerak roda perekonomian dengan timbulnya usaha kecil menengah melalui budidaya pesisir pantai.

"Hal ini akan menimbulkan kebanggaan bagi warga sekitar karena dapat mengelola wilayahnya menjadi ladang keuntungan dan memiliki lingkungan yang bersih dan sehat untuk didatangi," ujarnya.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019