Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat (Jabar) mengintervensi pasar dengan menggelar Pasar Murah 2026 secara serentak di enam kabupaten/kota sebagai strategi taktis menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Operasi pasar itu menyasar Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, dan Kota Tasikmalaya. Komoditas pangan pokok dijual di bawah harga pasar berkat sokongan subsidi distribusi dan pemangkasan rantai pasok.
Kepala Disperindag Provinsi Jabar Nining Yuliastiani di Bandung, Selasa (26/5), mengatakan Pasar Murah 2026 tersebut digelar di enam titik daerah tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat yang di dominasi oleh kaum ibu rumah tangga.
"Sekitar 6.000 pengunjung hadir memadati lokasi pasar murah di berbagai daerah untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar," kata Nining.
Baca juga: Kota Bogor di urutan ketiga tertinggi inflasi di Jabar
Baca juga: Pemkab Purwakarta dan Pemprov Jabar kolaborasi gelar pasar pangan murah
Guna meredam gejolak harga, Disperindag Jabar menggelontorkan belasan ton pasokan pangan murah langsung dari produsen dan distributor. Pasokan tersebut meliputi 12 ton beras SPHP, 2,75 ton beras medium, 5,93 ton beras premium, serta minyak goreng MinyaKita sebanyak 10.320 liter dan minyak premium 2.430 liter.
Selain itu, komoditas yang juga diserbu warga di antaranya 2.638 kilogram gula pasir, 1.070 kilogram tepung terigu, 345 kilogram aneka cabai, 1.352,5 kilogram bawang merah, dan 202,5 kilogram bawang putih.
Kebutuhan protein juga dipasok lewat 1.140 kilogram telur ayam, 650 kilogram daging ayam ras, 350 kilogram daging sapi, 1.610 kilogram sayuran segar, 190 kilogram buah-buahan, produk perikanan, serta pangan olahan dari 38 UMKM binaan.
Baca juga: Pemprov Jabar anggarkan Rp15 miliar untuk operasi pasar murah
Nining menjelaskan keterjangkauan harga itu dapat terwujud atas kerja sama lintas sektor dengan melibatkan Bank Indonesia, Perum Bulog, ID Food, Aprindo, serta kolaborasi dengan Gerakan Pangan Murah besutan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar.
"Kami berharap kegiatan Pasar Murah 2026 dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperkuat keterjangkauan pangan bagi masyarakat, serta mendukung pengendalian inflasi daerah menjelang Iduladha," ujar Nining menambahkan.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026