Ketua Umum Pandu Ekologi Indonesia, Laurencus Pakpahan, melakukan audiensi dengan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara berdiskusi strategis mengenai pengelolaan perkebunan kelapa sawit dalam mendukung agenda swasembada pangan dan energi nasional pemerintahan Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan itu, Laurencus menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan negara dalam memastikan pengelolaan sawit berjalan produktif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan nasional.
“Kami berbicara tentang bagaimana pengelolaan sawit sebagai salah satu langkah strategis untuk mendukung pangan dan energi nasional yang digalakkan oleh Bapak Prabowo,” kata Laurencus dalam keteramgannya, Rabu.
Ia mengatakan, audiensi tersebut juga menjadi momentum untuk mencari titik temu dalam mendukung langkah Agrinas Palma Nusantara mengelola perkebunan sawit hasil sitaan negara secara optimal dan efektif.
Menurut dia, pengelolaan aset negara yang produktif akan memberi dampak luas, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat hingga penguatan ketahanan energi nasional.
Laurencus memberikan apresiasi terhadap langkah perseroan yang dinilainya proaktif dalam mendukung arah kebijakan pemerintah, khususnya terkait hilirisasi dan penguatan industri sawit nasional di bawah kepemimpinan Muhammad Abdul Ghani.
“Apa yang dilakukan Agrinas Palma Nusantara sejauh ini menunjukkan keseriusan untuk menjadikan sawit bukan hanya komoditas ekspor, tetapi juga instrumen strategis bagi kemandirian energi Indonesia,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi alternatif dan dorongan pemerintah terhadap biodiesel, peran industri sawit dinilai semakin penting. Karena itu, menurut Laurencus, pengelolaan perkebunan harus dilakukan dengan pendekatan profesional, transparan, dan berbasis kolaborasi antarlembaga.
Sementara itu, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, jajaran direksi Agrinas Palma Nusantara menegaskan fokus perusahaan pada penguatan produksi crude palm oil (CPO), hilirisasi sawit, serta pengembangan biodiesel sebagai bagian dari agenda ketahanan energi nasional.
Perseroan juga aktif membangun kerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga riset, koperasi, hingga pelaku usaha guna memperkuat tata kelola dan produktivitas sektor sawit nasional.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara sebelumnya juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing industri sawit Indonesia.
Dalam forum hilirisasi sawit nasional, perusahaan menyebut penguatan kemitraan dan hilirisasi menjadi langkah penting agar Indonesia tidak hanya unggul dalam produksi, tetapi juga dalam penciptaan nilai tambah.
Selain mendorong hilirisasi, Agrinas Palma Nusantara juga tengah memperluas pengembangan minyak goreng rakyat dan biodiesel B100 sebagai bagian dari peta jalan jangka panjang perusahaan.
Langkah itu sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi berbasis sumber daya domestik.
Bagi Laurencus, arah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sawit nasional kini tidak lagi semata dipandang sebagai urusan ekonomi perkebunan, melainkan bagian dari strategi besar negara dalam membangun kedaulatan energi dan pangan.
“Ke depan, yang dibutuhkan adalah konsistensi dan kolaborasi. Negara, perusahaan, dan masyarakat harus berjalan bersama agar potensi besar sawit Indonesia benar-benar memberi manfaat bagi rakyat,” kata Laurencus.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026