Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menegaskan peran strategis organisasi kemasyarakatan Islam dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global.
Ketua Umum LDII Chriswanto Santoso mengatakan Munas X menjadi momentum evaluasi kepengurusan periode 2021–2026 sekaligus merumuskan program strategis yang adaptif terhadap perubahan lingkungan global.
“Kita tetap harus survive. Mereka perang, kita harus punya daya tahan. Ini tanggung jawab kita semua agar Indonesia tetap kuat,” kata Chriswanto dalam pembukaan Munas di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek militer, tetapi juga mencakup ketahanan energi, pangan, ekonomi, hingga budaya yang harus diperkuat secara menyeluruh.
Menurut dia, LDII sebagai bagian dari komponen bangsa memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional, termasuk merespons dampak konflik global yang memengaruhi berbagai sektor.
Chriswanto menyebutkan LDII memiliki delapan program prioritas yang relevan dengan agenda pemerintah, di antaranya pembangunan sumber daya manusia, penguatan wawasan kebangsaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, energi baru terbarukan, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, serta teknologi digital.
Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama agar kekayaan bangsa dapat dikelola oleh masyarakat Indonesia sendiri.
“Kalau Anda bisa berkarya, lakukanlah untuk membangun negara ini. Kita harus berkontribusi agar Indonesia tetap memiliki daya tahan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf mengapresiasi pelaksanaan Munas X LDII yang dinilai mampu memperkuat kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan nasional.
Ia mengatakan tema Munas yang mengusung penguatan peran LDII dalam membangun Indonesia yang berdaulat, harmonis, dan berkeadaban selaras dengan visi pemerintah.
“Kita membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat. Ketahanan nasional hanya akan kokoh jika dibangun oleh seluruh elemen bangsa,” kata Irfan.
Menurut dia, situasi global yang penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik berdampak pada sektor energi, pangan, hingga stabilitas ekonomi, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor.
Ia menilai LDII telah menunjukkan peran nyata melalui dakwah yang menyejukkan serta kontribusi sosial dalam menjaga harmoni dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Lebih lanjut, Irfan menekankan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan masyarakat.
“Peran organisasi seperti LDII sangat vital sebagai penghubung antara visi besar bangsa dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Munas X LDII yang berlangsung pada 7–9 April 2026 diikuti ratusan peserta secara langsung serta ribuan peserta dari seluruh Indonesia secara daring, dengan agenda evaluasi, penyusunan program kerja, serta pemilihan kepengurusan baru.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026