Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan pentingnya percepatan riset nasional berbasis pendekatan top-down, guna memastikan riset memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan perekonomian nasional. Hal ini selaras dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menempatkan riset sebagai instrumen strategis.

"Presiden menekankan agar riset tidak hanya menjadi tambahan pengetahuan, tetapi harus berdampak langsung pada ekonomi. Karena itu, percepatan hilirisasi menjadi keniscayaan," kata Arif melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

Arif menjelaskan Presiden Prabowo menempatkan riset sebagai instrumen strategis untuk mendukung prioritas nasional di bidang pangan, kesehatan, energi, lingkungan, serta industri strategis, termasuk nuklir dan dirgantara.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, ia menyebut, BRIN menerapkan kebijakan riset top-down, terutama untuk riset yang berasal dari kebutuhan kementerian/lembaga dan proyek strategis nasional yang tidak dapat dikompetisikan.

Baca juga: BRIN fokus riset bidang pangan, bencana, dan teknologi strategis pada tahun 2026

Pendekatan ini difokuskan pada riset terapan dengan tingkat kesiapan penerapan teknologi (TRL) tinggi serta target penyelesaian yang lebih cepat. "Dengan dukungan pendanaan LPDP, riset yang sebelumnya dua hingga tiga tahun kami dorong bisa diselesaikan lebih singkat, sehingga hasilnya segera dirasakan," ujarnya.

Selain riset terapan, Arif melanjutkan, BRIN juga mengembangkan riset berbasis future technology forecast guna memastikan industrialisasi nasional ke depan tetap relevan dengan perkembangan teknologi global.

"Jangan sampai investasi industri kita sudah berjalan, tetapi teknologinya justru tertinggal. Karena itu, riset hari ini harus memandu industrialisasi masa depan," ucapnya menegaskan. Di samping itu, Arif menekankan pentingnya sinergi BRIN dan LPDP dalam penguatan talenta riset nasional melalui berbagai program, antara lain doctoral research, post-doctoral researcher, IRIFair, serta Sinergi Program Talenta Nasional 2026.

"Penguatan riset harus sejalan dengan penyiapan talenta unggul. Sinergi BRIN dan LPDP menjadi pondasi penting untuk membangun ekosistem riset dan inovasi nasional yang berkelanjutan," tutur Arif Satria.

Baca juga: BPJS Kesehatan dan BRIN kolaborasi kuatkan sinergi riset program JKN

Pewarta: Sean Filo Muhamad

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026