Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menggencarkan program penanaman pohon pada Januari 2026 sebagai salah satu upaya pelestarian lingkungan sekaligus pencegahan risiko banjir di daerah tersebut.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman di Cirebon, Rabu, mengatakan salah satu kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah penanaman pohon di tanah milik pemerintah daerah seluas 4.500 meter persegi.
“Penanaman pohon ini pada intinya merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melestarikan alam,” katanya.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut juga dilakukan karena pada awal tahun ini intensitas curah hujan masih cukup tinggi, sehingga diperlukan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko banjir.
“Harapannya, selain melestarikan lingkungan, penanaman pohon ini juga bisa membantu mitigasi risiko banjir yang ada di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Ia menuturkan kegiatan penanaman pohon tersebut, direncanakan menjadi percontohan bagi wilayah lainnya di Kabupaten Cirebon.
Ia berharap kegiatan serupa dapat diikuti oleh pengembang perumahan, masyarakat, serta seluruh perangkat daerah dengan memanfaatkan lahan-lahan yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.
Menurut Agus, ke depan penanaman pohon juga akan diarahkan ke kawasan perumahan, khususnya di Kecamatan Sumber, agar lahan tersebut dapat ditanami pohon yang berfungsi menyerap air.
Ia menyebutkan penanaman pohon akan diprioritaskan pada wilayah dengan kontur tanah tertentu, terutama di daerah perbukitan atau kawasan yang lebih tinggi.
“Banjir kemarin cukup besar, salah satu penyebabnya karena dari empat sumber air menjadi satu aliran,” katanya.
Selain itu, katanya, faktor lain yang memengaruhi banjir adalah sedimentasi sungai yang memerlukan penanganan bersama dengan seluruh elemen masyarakat.
“Ini juga membutuhkan kolaborasi dengan lurah dan warga agar tidak membuang sampah ke sungai,” ujarnya.
Ia memastikan pemerintah daerah terus melakukan upaya penanganan banjir agar dampaknya dapat dikurangi, mengingat berdasarkan informasi BMKG intensitas hujan diperkirakan masih berlangsung hingga April 2026.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Durahman Jaya Supena mengatakan penanaman pohon tersebut, bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan sumber daya air.
Ia menjelaskan jenis pohon yang ditanam adalah trembesi karena memiliki akar yang sangat dalam hingga sekitar 20 meter, sehingga mampu memperkuat tanah, meningkatkan daya resap air, serta memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan sekitar.
“Jenis tanaman yang ditanam adalah pohon trembesi, karena memiliki akar yang kuat dan mampu meningkatkan daya resap tanah, sekaligus memberikan manfaat ekologis dan agronomis,” katanya.
Baca juga: Polda Babel tanam 28.775 pohon guna hijaukan kembali lahan bekas tambang bijih timah
Baca juga: Otorita dorong partisipasi masyarakat tanam pohon di kawasan IKN
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026