Bogor (Antaranews Megaolitan) - Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Kyoto University (KU) memperbarui Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama untuk lima tahun ke depan yang ditandatangani oleh Rektor IPB, Dr. Arif Satria dan President KU, Prof. Juichi Yamagiwa (1/12) di IPB International Convention Center (IICC), Bogor.  Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di sela acara acara “IPB & KU International Symposium on Education and Research in Global Environmental Studies in Asia“.

Acara ini melibatkan  250 peserta dari 20 perguruan tinggi dan lembaga yang berasal dari sembilan negara. Turut hadir juga perwakilan dari Kedutaan Besar Jepang dan jajaran pimpinan IPB.

Kerjasama antara IPB dengan Kyoto University sudah berlangsung sejak tahun 1983 ditandai dengan penandatanganan MoU di tingkat fakultas yang berisi tentang kerjasama pendidikan dan penelitian. Pada tahun 2013 ditandangani kembali perjanjian baru di tingkat perguruan tinggi sehingga kegiatan kerjasama lebih beragam.

Kegiatan kerjasama tersebut antara lain adalah penyelenggaraan program Master Double-Degree antara IPB dengan Kyoto University, kerjasama riset, mobilitas dosen dan mahasiswa melalui winter course, spring course, internship serta penyelenggaraan international symposium dan pameran pendidikan.

Melalui perpanjangan MoU lima tahun ke depan, IPB akan lebih memperkuat dan memperluas kegiatan unggulan bersama Kyoto University yaitu Double Master’s Degree Program IPB-Kyoto University. Program ini sudah berlangsung untuk bidang ilmu perencanaan wilayah  dan arsitektur lanskap dengan Graduate School of Global Environmental Studies (GSGES) yang sudah menerima mahasiswa sejak tahun 2017.

Untuk Double Master's Degree program dengan Graduate School of Agriculture (GSA) telah dibuka untuk seluruh program studi dari IPB. Program ini pada awalnya diinisiasi oleh Fakultas Pertanian IPB bersama dengan GSA dan GSGES Kyoto University.

“Saat ini telah ada empat mahasiswa IPB (dua mahasiswa dari program studi Perencanaan Wilayah dan dua mahasiswa dari program studi Arsitektur Lanskap) sedang studi di KU dalam rangka program Double Degree tersebut dan ada satu mahasiswa dari GSGES-KU sedang studi di program studi Perencanaan Wilayah IPB,” ujar Rektor IPB, Dr. Arif Satria.

Selain itu, telah diselenggarakan juga Study Fair (Study at Kyoto and Bogor) yang dihadiri lebih dari 250 mahasiswa dan siswa SMA yang datang dari Bogor dan luar Bogor dalam rangka menarik minat mahasiswa dan calon mahasiswa untuk studi di IPB dan Kyoto University.

Penyelenggaraan program kerjasama ini ditujukan untuk menghasilkan lulusan ataupun inovator sosial dan lingkungan global dengan perspektif multibudaya yang kaya.

Sebelum penandatanganan MoU, dalam acara courtesy call President Kyoto University, Rektor IPB menyampaikan rencana strategis IPB ke depan diantaranya penyusunan agenda riset Agro-Maritim 4.0 untuk mengantisipasi era revolusi industri 4.0 dimana peran teknologi akan semakin penting untuk mengatasi permasalahan tenaga kerja, yang saat ini ditandai dengan kecenderungan menurunnya minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian.

“Kolaborasi strategis bersama Kyoto University, yang merupakan salah satu universitas terbaik dunia, merupakan salah satu strategi internasionalisasi yang dijalankan IPB untuk memperkuat kapasitas organisasi dalam rangka memainkan peranan penting di kawasan Asia,” ujar Rektor IPB. (**/Zul)

Pewarta: Oleh: Humas IPB

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018