Jamaliyah, seorang nenek berusia 74 tahun tinggal di Temanggung, Kecamatan Tembarak yang saat ini sedang menetap di Kabupaten Bogor selama beberapa bulan untuk berobat. Di balik kelembutan wajahnya, tersimpan kisah perjuangan panjang melawan penyakit jantung yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir. Berkat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan, kini ia tak lagi merasa sendiri dalam menghadapi kondisi kesehatannya.

Jamaliyah merupakan peserta JKN yang terdaftar dalam segmen peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Dengan keterbatasan ekonomi dan pemasukannya hanya sebagai petani, ia mengaku sangat terbantu dengan keikutsertaannya dalam program ini.

“Alhamdulillah, saya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk berobat. Semua sudah ditanggung. Saya sangat bersyukur,” ujarnya, Senin (26/05).

Awalnya, gejala jantung yang dialami beliau muncul tiba-tiba. Ia merasa nyeri di bagian dada, cepat lelah, dan sering pusing. Keluarga kemudian membawa beliau ke puskesmas untuk diperiksa, ternyata dari hasil pemeriksaannya bahwa ia harus lanjut dirujuk ke rumah sakit, dokter menyatakan bahwa ia mengalami gangguan jantung dan perlu pengobatan rutin dalam jangka panjang.

Baca juga: Rekonsiliasi iuran dan data kepesertaan bersama Pemkab Bogor dukung Program JKN

Setelah dirujuk ke Puskesmas terdekat, Jamaliyah ternyata masuk ke dalam PRB atau Program Rujuk Balik, sebuah program dari BPJS Kesehatan untuk memudahkan pasien penyakit kronis seperti jantung, diabetes, hipertensi, dan lainnya, agar tetap bisa mendapatkan pengobatan secara teratur di Fasilitas Kesehatan Tingkat pertama (FKTP) tanpa harus ke rumah sakit terus-menerus.

PRB sendiri merupakan inovasi layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan yang memungkinkan pasien penyakit kronis tetap mendapatkan pengobatan berkala tanpa harus selalu ke rumah sakit. Pasien yang stabil secara medis dapat melakukan kontrol di FKTP yang telah ditentukan, seperti Puskesmas atau klinik, dengan tetap memperoleh obat-obatan yang dibutuhkan secara rutin.

"Pelayanan yang diberikan ke saya juga sangat baik tanpa dipersulit. Setiap bulan saya ke Puskesmas untuk ambil obat dan periksa tekanan darah. Semua gratis, petugas di sana juga sangat membantu, menjelaskan cara minum obat,” ungkapnya.

Baca juga: Jalani operasi benjolan payudara, berkat JKN permudah penyembuhan

Selain pemeriksaan rutin, ia juga mendapat edukasi terkait gaya hidup sehat seperti pengaturan pola makan, pentingnya beristirahat cukup, dan menghindari aktivitas berat yang bisa memicu kambuhnya gejala. Selama menjalani PRB, kondisi kesehatannya lebih terkontrol dan stabil.

Dari pengalamannya, Jamaliyah mengaku bahwa selama mengikuti PRB, kesehatannya perlahan-lahan mulai membaik dengan rutin meminum obat. Ia sudah mulai bisa beraktivitas kembali sebagai petani. Ia merasa lebih tenang karena tidak perlu memikirkan biaya berobat, yang bisa sangat memberatkan bagi lansia sepertinya.

Ia juga mengatakan bahwa PRB sangat membantunya dalam menjalani pengobatan yang rutin ia lakukan. Manfaat yang ia rasakan yaitu kurangnya waktu tunggu pelayanan di poli yang lama, kemudahan akses pelayanan kesehatan, memudahkan untuk mendapatkan obat tutin.

Baca juga: Jamin kesehatan jamaah haji, BPJS Kesehatan sosialisasikan kepada fasilitas kesehatan

“Saat ini kan saya lagi di rumah anak saya, sebelum saya berangkat ke rumah anak saya di Bogor ini, saya sudah cek kesehatan dimulai dari jantung saya, cek tensi dan cek darah yang alhamdulillahnya semua normal,” ujarnya.

Ia mengaku sudah tidak akan khawatir lagi jika ingin berangkat keluar kota dengan lamanya. Kepesertaan JKN yang ia miliki sudah masuk ke dalam kelompok PRB dengan status penyakit jantung yang akan terus diawasi atau dilindungi oleh BPJS Kesehatan jika sewaktu-waktu ia sakit.

Pemerintah melalui BPJS Kesehatan terus berupaya memperluas cakupan layanan kesehatan, termasuk memastikan seluruh masyarakat dapat jaminan kesehatan yang setara tanpa dibedakan (MI/sd).

Pewarta: Humas BPJS Kesehatan Cibinong

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025