Bogor (Antaranews Megapolitan) - Sekitar 14 mahasiswa asing dari kawasan Asia mengikuti summer course bertajuk International Summer Course on Sustainable Agrifood Management in Indonesia di Institut Pertanian Bogor (IPB), (6-15/8).

Kegiatan yang digelar oleh Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB ini diikuti mahasiswa dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Annamalai University India, University of Hyderabad India, Indian Institute of Technology Dhanbad India, HUE University Vietnam, University Rajabaht Songkhla Thailand, Strategic First Institute Myanmar, University Kebangsaan Malaysia, University Utara Malaysia, dan Singapore University of Social Sciences serta empat mahasiswa dari IPB dan satu mahasiswa dari Universitas Brawijaya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F mengatakan kegiatan ini bisa menjadi ajang menjalin jaringan komunikasi mahasiswa antar negara-negara Asia seperti India, Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura dan lain-lain mengenai pengelolaan agribisnis yang berkelanjutan di Indonesia.

“International Summer Course ini merupakan salah satu cara untuk menarik minat mahasiswa asing belajar di IPB. Mempromosikan IPB sebagai salah satu perguruan tinggi kelas dunia dengan mengenalkan peran perguruan tinggi dalam membangun sustainable agrifood management di Indonesia, diantaranya melalui teaching farm di berbagai unit terkait di IPB. Hal ini akan semakin mengokohkan reputasi IPB dalam pengembangan pertanian tropika di tingkat internasional,” katanya.

Ia menambahkan, Summer Course ini memiliki pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan ilmu pertanian, peternakan, perikanan, teknologi pangan dan menajemen secara sistematis. Pendekatan ini memungkinkan para peserta Summer Course dapat mempelajari secara komprehensif rantai nilai agrifood yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan FEM IPB Dr. Mukhamad Najib menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai manajemen pangan dan pertanian secara berkelanjutan kepada para mahasiswa internasional, khususnya dari negara-negara berkembang.

Ia menambahkan, Summer Course dap at memperkuat kerjasama lintas disiplin keilmuan dalam suasana multikultural bagi mahasiswa IPB dan sivitas akademika IPB serta meningkatkan reputasi dan jaringan internasional dalam bidang agrifood management untuk Departemen Manajemen khususnya dan seluruh unit pelaksana/pendukung pada umumnya.

“Selain itu, kegiatan ini juga bagian dari cara kami mempromosikan program kelas internasional yang akan diselenggarakan Departemen Manajemen pada tahun 2019. Selain itu, IPB dapat mempromosikan temuan dan keilmuannya untuk masyarakat dunia melalui mahasiswa asing yang belajar di IPB,” ujarnya.

Harapannya dengan Summer Course, peserta mampu memahami dan menjelaskan konsep agrifood management dan berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan permasalahan di agrifood management, serta mampu bekerja sama dalam tim dan mengembangkan jaringan internasional. Ke depan Summer Course akan terus dikembangkan lagi karena selama ini mahasiswa yang datang baru dari negara-negara Asia. “Tahun depan bisa ditingkatkan lagi Summer Course dengan mendatangkan dari negara Eropa dan Amerika,” ujarnya (Awl/Zul)

Pewarta: Oleh: Humas IPB

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018