Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu meminta warga setempat untuk mewaspadai penyebaran
penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah itu.

"Saat ini sudah masuk musim pancaroba sehingga penyebaran penyakit DBD biasanya akan meningkat, akibat banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembangbiak nyamuk Aedes aegypti," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Asep Setia Budiman di Rejang Lebong, Jumat.

Dia menjelaskan peringatan untuk mewaspadai peningkatan kasus DBD tersebut karena di Kabupaten Rejang Lebong sudah mulai masuk musim hujan sehingga kemungkinan penyebaran berbagai jenis penyakit terbuka lebar, salah satunya DBD.

Baca juga: Dinkes Lebak minta masyarakat optimalkan gotong royong cegah kasus penyakit DBD
Baca juga: Dinkes Palembang bagikan Abate gratis untuk masyarakat guna tangani DBD

Guna mencegah penyebaran DBD, kata dia, warga Rejang Lebong diminta melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menjaga kebersihan lingkungan, kemudian melakukan gerakan 3M plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Selain itu, pihaknya melalui 21 puskesmas juga akan terus melakukan sosialisasi dan upaya penanganan dan pencegahan, serta secara berkala melakukan pemantauan tempat-tempat berkembangnya jentik nyamuk.

Jumlah warga Rejang Lebong yang terserang DBD terhitung Januari hingga Juli 2025 mencapai 115 kasus, antara lain Januari 34 kasus, Februari (32), Maret (17), April (5), Mei (10), Juni (8), dan Juli (9).

Baca juga: Kaltim pelopor vaksinasi DBD

Dia mengatakan warga yang terkena DBD diketahui dari laporan 21 puskesmas tersebar di 15 kecamatan di Rejang Lebong. Sejauh ini, belum ada yang dinyatakan meninggal dunia akibat DBD.

Pada 2024, jumlah warga Kabupaten Rejang Lebong yang terjangkit DBD mencapai 435 orang. Dari jumlah itu tiga penderita meninggal dunia.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025