Bogor (Antaranews Megapolitan) - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) memprediksi terjadi kenaikan konsumsi BBM menjelang dan setelah Idul Fitri 2018.

"Kami prediksi kenaikan 20 sampai 30 persen, mulai dari tanggal 8 Juni sampai Lebaran," kata Dedi Supriadi, Wakil Ketua Bidang SPBU Hiswana Migas wilayah Bogor, Minggu.

Menurut Dedi, rata-rata penjualan SPBU di wilayah Bogor berkisar antara 15 sampai 20 ton setiap harinya untuk semua jenis, baik itu pertalite, pertamax, dan solar.

Tapi selama Ramadhan terjadi penurunan konsumsi BBM mulai dua sampai lima ton. Kondisi ini dikarenakan warga lebih banyak menahan diri keluar rumah.

"Walau Ramadhan menurun, tapi konsumsi kembali meningkat menjelang Lebaran," katanya.

Peningkatan ini seiring dengan kesibukan warga yang menyiapkan diri untuk menyambut Lebaran dan melakukan mudik ke kampung halaman.

Khususnya di wilayah Bogor, lanjutnya, peningkatan konsumsi BBM dua kali lipat terjadi pada saat libur Lebaran. Terutama di kawasan Puncak.

"Libur Lebaran paling banyak kenaikannya, karena pada libur wisata," katanya.

Hiswana Migas menjamin ketersediaan BBM menjelang dan setelah Idul Fitri 2018 dengan menyediakan stok BBM setiap SPBU.

Total ada sekitar 128 SPBU yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Sesuai instruksi Pertamina, setiap SPBU wajib menyediakan stok BBM di tangki pendam.

"Kalau sehari-hari penjualan 20 ton, maka SPBU wajib menyediakan stok untuk dua hari," kata Dedi.

Pewarta: Laily Rahmawaty

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018