Bogor (Antaranews Megapolitan) - Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi Arianto mengapresiasi petugas Bendung Katulampa atas dedikasinya menginformasikan ketinggian Sungai Ciliwung secara cepat dan tiap waktu sehingga memudahkan petugas melakukan langkah penanganan bencana banjir.

"Informasi soal ketinggian muka air Bendung Katulampa yang diberikan secara cepat sangat membantu kami di wilayah hilir (Jakarta) dalam menangani masalah banjir," kata Purwadi usai meninjau Bendung Katulampa, Rabu.

Purwadi meninjau kondisi tinggi muka air Ciliwung di Bendung Katulampa. Saat ini ketinggiannya 60 cm tidak berstatus siaga, tetapi normalnya 40 cm.

Menurutnya informasi ketinggian air yang disampaikan oleh petugas pemantau di Bendung Katulampa pada Senin lalu hingga kini membantu kinerja Kepolisian di wilayah Jakarta untuk melakukan langkah-langkah antisipatif.

Berdasarkan informasi tersebut petugas kepolisian dapat menyiapkan langkah-langkah antisipatif timbulnya korban akibat bencana. Mencegah kerugian dan kemanan masyarakat.

"Selama ini kami sangat terbantu dengan informasi yang diberikan oleh petugas Bendung Katulampa dalam hal penanganan banjir," katanya.

Sesuai dengan instruksi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamas Iriawan, lanjut Purwadi, ia menyerahkan sedikit bantuan kepada petugas Bendung Katulampa dalam rangka mendukung operasional dan semangat petugas bendung untuk menyampaikan informasi ketinggian muka air.

Ia berharap petugas Bendung Katulampa selalu siaga tidak hanya 24 jam, bahkan 25 jam dalam artian laporan tersebut terus disampaikan setiap waktu.

"Kita harus sadar Polisi tanpa informasi petugas di Bendung Katulampa tidak ada apa-apanya. Jadi sekecil apapun informasi yang diberikan bermanfaat," katanya.

Apresiasi yang diberikan inipun, lanjut Purwadi, sesuai dengan kebijakan Kapolri agar seluruh anggota kepolisian untuk proaktif dan "prevention" sehingga begitu terjadi persoalan sosial dapat segera ditanggulangi.

"Oleh karena itu Polda Metro Jaya mengapresiasi atas bantuan petugas Katulampa karena kita bisa antisipasi, menyiapkan petugas, dan mencegah jatuhnya korban apalagi dari anak-anak," kata Purwadi.

Hujan yang mengguyur wilayah Bogor, khususnya Puncak pada Senin (5/2) lalu menyebabkan tinggi muka air di Bendung Katulampa mencapai level tertinggi yakni 240 cm. Petugas menetapkan status siaga satu banjir wilayah hilir Ciliwung.

Luapan air Sungai Ciliwung berimbas pada wilayah Jakarta. Sejumlah rumah Di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan terendam oleh air luapan.

Purwadi menambahkan kondisi saat ini wilayah Jakarta yang terendam air limpasan dari Ciliwung sudah berangsur surut dan normal kembali.

"Tinggal penyedotan air di beberapa tempat. Karena di Katulampa juga sudah mulai surut normalnya harus 40 cm. Harapannya tidak ada hujan lagi," kata Purwadi.

Pewarta: Laily Rahmawaty

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018