Bogor, (Antaranews Megapolitan) - Daun Beluntas (Pluchae indica) biasa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai makanan, sayuran, dan jamu. Tapi di tangan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), daun beluntas disulap menjadi parfum. Mereka adalah Latiful Akbar (Departemen Biologi), Andriyani (Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan), Auliya Fikri (Departemen Biologi), di bawah bimbingan Mafrikhul Muttaqin, S. Si., M.S i.

Riset mereka yang berjudul Pluchaefume : Natural Perfume of Beluntas (Pluchae indica) as Agroindustrial Product with Digital Econonomy Based Marketing berhasil menjadi juara pertama di Taiwan. Latif dan tim mempresentasikan inovasinya dalam ajang Asian Pasific Agriculture Student Summit and Undergraduate  Project Competition 2017 di Taiwan (23-25/11). 

“Pluchaefume merupakan parfum alami dari daun beluntas. Inspirasi berawal saat saya masih di Pati, almarhum ibu saya dulu suka membuatkan makanan olahan dari daun beluntas yang dicampur tepung kemudian digoreng. Dosen saya juga pernah menggunakan beluntas sebagai penghilang bau di daging itik. Melihat potensi ini, kami ingin memanfaatkan daun beluntas ini menjadi sesuatu yang lebih bernilai,” tutur Andriyani salah satu timnya.
 
Manfaat lain dari daun beluntas yaitu mengandung  flavanoid yang dapat mengangkat radikal bebas. Mereka mengusung konsep parfum alami dengan pemasarannya berbasis ekonomi digital. 

“Titik fokus kita tidak hanya menjual parfumnya saja, nanti diharapkan akan ada nilai jual lebih dari beluntasnya. Yang kedua bisa nambah nilai ekonomi.  Misalnya di masa depan parfume ini berkembang berarti akan ada permintaan terhadap beluntas dan beluntas sendiri gampang untuk dibudidayakan serta mudah tumbuh, sehingga masyarakat bisa menanam beluntas dan daunnya dapat dijual,” ujarnya.

Di era milenial saat ini, sosial media berperan untuk memperkenalkan produk ke khalayak umum. Parfume sudah menjadi kebutuhan bukan hanya anak muda tapi semua kalangan.
“Penelitian ini belum sepenuhnya selesai, kami akan melakukan penelitian lanjutan agar hasilnya semakin maksimal,” tutup Andriyani. (RJ/Zul)

Pewarta: Oleh: Humas IPB

Editor : Feru Lantara


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017