Depok, 16/11 (ANTARA) - Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma¿il menyatakan bahwa, masalah gizi buruk merupakan tanggung jawab bersama untuk mengurangi jumlah penderita masalah kesehatan tersebut.

"Mengurangi  angka Gizi Buruk  adalah tanggung jawab semua pihak, tidak hanya orang tua mitra masyarakat seperti PKK, posyandu, dan forum masyarakat turut membantu dalam kasus ini," Kata Nur Mahmudi Ismail di Depok, Jumat.

Ia mengatakan, pihkanya telah mendirikan Pelayanan Perawatan Gizi Buruk Melalui Pusat Pemulihan Gizi / Theurapetic Feeding Center (TFC),  yang saat ini sudah aktif di sejumlah kecamatan di antaranya kecamatan Cimanggis, Pancoran mas, Sukmajaya, dan Tapos.

"Khusus untuk kecamatan Pancoran mas telah memiliki fasilitas pelayanan rawat inap," katanya.

Dikatakan, di TFC para balita dan ibu balita mendapatkan pengobatan gratis untuk memulihkan gizi bayi tersebut, bahkan sang ibu mendapatkan penggantian biaya transportasi.

Dalam kesempatan ini pemerintahan kota Depok pun memberikan apresiasi terhadap orang tua, kader Posyandu dan Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) yang telah membantu dalam menekan angka gizi buruk di Kota Depok.

Untuk itu ia berpesan, agar para orang tua yang telah mendapatkan edukasi dan pelayanan di TFC agar dapat menjaga putra dan putrinya agar tidak kembali lagi ke TFC.  
Ia mengakui, kasus Gizi buruk terhadap balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan juga masalah di Kota Depok. Hal ini menjadi perhatian penuh bagi Dinkes Depok dalam memberantas kasus gizi buruk .

Menurut dia, kasus gizi buruk umumnya disertai dengan penyakit seperti diare, ISPA, Tuberkulosis (TB), HIV, maupun gangguan pertumbuhan.

Dalam mengurangi  kasus Gizi buruk di Kota Depok, pemerintahan Kota Depok sangat komperhensif dalam  hal penanganan gizi buruk.

Lebih lanjut ia mengatakan, upaya yang dilakukan oleh  kader-kader posyandu adalah memantau melalui timbangan berat badan dan tinggi badan dan memberikan data balita yang mengalami gizi buruk kepada tim TPG.   
"Tugas dari  para petugas TPG adalah melakukan pemantauan langsung bagi balita-balita gizi buruk dengan memberikan makanan tambahan dan memberikan edukasi kepada orang tua penderita gizi buruk," katanya.
 


Feru L

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2012