Karawang (ANTARA) - Wakil Bupati Karawang Maslani menekankan penanganan stunting harus memperhatikan ketepatan sasaran intervensi gizi guna meningkatkan kualitas kesehatan balita secara menyeluruh

"Kegiatan pemberian makanan tambahan merupakan instrumen penting guna memperbaiki kualitas kesehatan balita secara menyeluruh melalui intervensi gizi yang tepat sasaran," kata wakil bupati di Karawang, Senin.

Dia mengatakan, kegiatan pemberian makanan tambahan bukan hanya sekadar bantuan pangan. Namun jauh lebih penting, mampu memperbaiki kualitas kesehatan balita.

Baca juga: Pemkab Karawang targetkan penurunan angka stunting jadi 14,8 persen
Baca juga: Bupati sebut indeks ketahanan pangan di Karawang semakin baik

Ia berharap program tersebut benar-benar menjangkau kelompok sasaran yang paling membutuhkan agar intervensi gizi memberikan dampak nyata

"Upaya ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan kecukupan gizi bagi setiap balita di Karawang," tegasnya.

Maslani memaparkan prevalensi stunting di Karawang saat ini berada di angka 17,6 persen, dengan target penurunan hingga mencapai 14,08 persen pada akhir tahun ini.

Menurut dia, target Pemerintah Kabupaten Karawang dalam penanganan stunting ini bukan cuma sekadar peningkatan berat badan, tapi status gizinya harus benar-benar membaik secara permanen.

Baca juga: Komisi IX DPR dampingi BGN sosialisasikan program Makan Bergizi Gratis di Karawang

Pemerintah Kabupaten Karawang telah resmi meluncurkan kegiatan pemberian makanan tambahan, dan kini program itu terus bergulir.

Kegiatan pemberian makanan tambahan tersebut dinilai sebagai salah satu langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menciptakan generasi sehat dan bebas stunting, sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026