Bogor (Antara Megapolitan) - Desmila Idola, I Made Artika, Wien Kusharyoto dan Chul-sa Kim dari Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (FMIPA-IPB) berhasil menemukan beberapa tanaman obat Indonesia yang memiliki potensi sebagai antituberkulosis.
 
Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan serius yang tercatat sebagai penyakit pembunuh nomor dua di dunia. Berdasarkan data WHO, Indonesia berada di peringkat ke lima dengan kasus TB tertinggi di dunia.

Kontrol TB tidak terdapat pembaharuan, kurang efektif dan tidak mudah diakses.

Pengobatan TB masih sama sejak 40 tahun lalu. Padahal Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas kedua terbesar di dunia setelah Brazil yang berpotensi sebagai tanaman obat untuk penanganan TB.
 
Made Artika mengatakan, beberapa tanaman dari Indonesia yang dapat dikembangkan untuk pengobatan TB diantaranya lempuyang wangi (Zingiber aromaticum), buah makasar (Brucea  javanica), tabat barito (Ficus deltoidea), srigunggu (Clerodendrum serratum), sidaguri (Sida rhombifolia) dan cucur atap (Baeckea frutescens). Enam tanaman memiliki senyawa yang berpotensi untuk pengobatan TB.
 
Ia menuturkan, aktivitas antimikobakteri dari ekstrak tanaman ditentukan dengan metode turbiditi. Pengujian M. tuberculosis seharusnya dilakukan pada laboratorium dengan keamanan hayati level 3 (BSL-3) yang membutuhkan laboran terlatih dan alat khusus.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Mycobacterium smegmatis JCM6386 T. Bakteri M. smegmatis merupakan bakteri yang tidak patogen dan pertumbuhannya delapan kali lebih cepat dibandingkan M. tuberculosis. M. smegmatis digunakan untuk mempelajari sistem biologi M. tuberculosis, seperti kultur sel dan ekspresi gen.
 
''Tanaman umbi lempuyang wangi, buah dari buah makasar, daun tabat barito, daun srigunggu, daun dan batang sidaguri memiliki aktivitas antimikobakteri pada 20 mg ekstrak eq/mL. Lempuyang wangi memiliki aktivitas penghambatan pertumbuhan bakteri tertinggi diantara yang lain,'' katanya.
 
Sebagai tanaman yang memiliki aktivitas antimikobakteri tertinggi diantara lima tanaman obat tersebut, peneliti melakukan pemisahan berdasarkan hasil uji aktivitas dari ekstrak metanol lempuyang wangi.
 
Hasil dari pemisahan lempuyang wangi menggunakan HPLC menyatakan bahwa senyawa aktif pada lempuyang wangi sebagai antimikobakteri adalah (2E,6E,10E)-2,6,9,9-tetramethylcycloundeca2,6,10-trien-1-one (zerumbone).  (AT/Zul).

Pewarta: Humas IPB/I Made Artika dan Tim

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017