Sukabumi (Antara Megapolitan) - Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengungkapkan hingga saat ini sampah masih menjadi masalah utama di daerah itu khususnya sampah nonorganik seperti plastik yang mengakibatkan volume sampah meningkat.

"Sampah tersebut mayoritas berasal dari rumah tangga dan pusat perbelanjaan," kata Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz di Sukabumi, Selasa.

Menurut dia, tingginya volume sampah tersebut bisa berdampak buruk bagi lingkungan khususnya kesehatan. Bahkan, sampah bisa menjadi penyebab bencana seperti banjir dan lain-lain sehingga imbasnya akan dirasakan masyarakat.

Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya pun masih perlu ditingkatkan, karena untuk membersihkan suatu daerah tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan saja.

Menurut dia, petugas kebersihan dan kendaraan operasional pengangkut sampah yang terbatas sebenarnya bukan masalah, jika masyarakat terbiasa membuang sampah pada tempatnya yang nantinya akan diangkut petugas untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah di Cikundul, Kecamatan Lembursitu.

"Harus diakui sampah selalu menjadi permasalahan di daerah perkotaan salah satunya di Kota Sukabumi, tetapi masalah ini masih bisa ditangani," tambahnya.

Di sisi lain, Muraz mengatakan untuk sampah anorganik khususnya koran bekas berdasarkan penelitian dan pengalaman di lapangan, merupakan material yang berpotensi bisa dimanfaatkan menjadi berbagai jenis produk daur ulang.

Bahkan, di era sekarang ini setiap orang harus mampu berkreasi khususnya dalam mengolah sampah dan limbah untuk dijadikan barang yang bernilai jual tinggi. Dan tidak sedikit dari warga Kota Sukabumi yang sudah memanfaatkan sampah serta berhasil meningkatkan perekonomian keluarga dan warga sekitar.

"Diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan sampah yang nantinya bisa dipilah untuk menjadi barang daur ulang maupun pupuk sehinga bisa menambah penghasilan," katanya.

Pewarta: Aditya A Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017