Bekasi (Antara Megapolitan) - Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Bekasi, Jawa Barat, menagih janji pendirian sentra produk unggulan daerah yang dilontarkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sejak tahun 2014.

"Sudah berulang kali kami sampaikan aspirasi ini, tapi sampai sekarang belum juga terwujud," kata Ketua Kelompok UMKM Kota Bekasi klaster makanan dan minuman Afif Ridwan di Bekasi, Minggu.

Menurut dia, kala itu Rahmat menjanjikan pendirian sentra produk unggulan yang akan menjadi daya tarik wisata sekaligus pembuka pasar yang lebih luas.

Sebagian besar pelaku UMKM yang ada di 12 kecamatan setempat masih berhadapan dengan kesulitan memasarkan produk yang mereka ciptakan.

Padahal produk tersebut tidak kalah bersaing dengan produk serupa yang sudah lebih dulu masuk ke pasar.

"Karena hambatan akses menuju pasar itu, banyak pelaku UMKM yang sulit berkembang karena harus berjuang menembus pasar dengan usaha masing-masing," katanya.

Menurut dia, untuk sementara ini Pemkot Bekasi baru memfasilitasi produk pelaku UMKM ddi area lobi Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, sebagai sentra sementara.

Afif mengakui, penyediaan sedikit ruang di area lobi gedung sepuluh lantai kantor Pemerintah Kota Bekasi sudah cukup memperlihatkan perhatian kepada pelaku UMKM memang ada.

Responnya pun cukup baik dari pegawai atau masyarakat yang kebetulan sedang mampir.

"Tapi tentu saja, akan lebih ramai lagi jika disiapkan di tempat umum yang bisa diakses masyarakat dengan lebih leluasa. Tentunya saja harus di lokasi yang strategis, semisal di Jalan Ahmad yani ini yang merupakan gerbang masuk utama Kota Bekasi," katanya.

Afif berharap, janji pemerintah yang sudah bertahun-tahun tak terwujud itu bisa segera terealisasi mengingat tahun 2017 ditetapkan sebagai Tahun Investasi dan Perekonomian Daerah.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017