Bekasi (Antara Megapolitan) - Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, memperkirakan sekitar dua juta kendaraan melintas di Bekasi setiap harinya.

"40 persennya adalah mobil dan 60 persen jenis kendaraan motor. Kendaraan itu setiap harinya bergerak di Kota Bekasi," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana di Bekasi, Selasa.

Menurut dia, jumlah kendaraan itu tercatat lebih dari separuh populasi masyarakat Kota Bekasi yang saat ini mencapai 3,5 juta jiwa.

"Artinya, mayoritas masyarakat Kota Bekasi saat ini beraktivitas dengan berkendara. Sehingga wajar bila beberapa kawasan masih dilanda kemacetan," katanya.

Dishub mencatat di Kota Bekasi hingga saat ini masih ada sekitar 19 titik kemacetan, di antaranya Jalan Perjuangan, Bekasi Utara, Jalan Joyomartono, Bekasi Timur dan setiap hari libur ada di Jalan Lingkar Utara, Bekasi Utara serta Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Yayan mengaku tengah fokus menangani masalah itu dengan berkoordinasi melalui instansi terkait, di antaranya Dewan Transportasi Kota Bekasi yang baru saja dibentuk pada Senin (11/4).

"Akan kita kerjakan bersama dengan DTKB, untuk meyelesaikan transportasi dan infrastrukturnya," katanya.

Yayan mengklaim hingga kini sebanyak enam titik kemacetan dalam penanganan pihaknya melalui upaya rekayasa lalu lintas maupun pemasangan rambu.

"Tingginya jumlah kendaraan ini menjadi salah satu faktor pemicu kemacetan di Kota Bekasi sebagai kawasan dengan pembangunan yang pesat serta domisilinya yang bersebelahan dengan ibukota Jakarta," ujarnya.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017