Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan media sosial menjadi ajang pamer bagi kelompok yang melakukan aksi tawuran di antara remaja di daerah setempat.

"Mereka ini membuat komunitas sendiri dan kerap beraksi serta memasang aksi mereka di sejumlah akun media sosial," kata Kapolres Jakarta Utara di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan melalui media sosial selain aksi tawuran juga memperlihatkan senjata tajam yang mereka miliki. Seperti celurit besar dan menjadi kebanggaan anak-anak tersebut.

"Kami sudah lakukan pemetaan terhadap kelompok ini dan terus berupaya menekan aksi tawuran tersebut," kata dia.

Baca juga: Psikolog: Tawuran remaja jadi fenomena rutin dengan alasan sama relatif sama sejak dulu
Baca juga: Puluhan pelajar ditangkap hendak tawuran di Jaktim dipersenjatai bom molotov rakitan

Ia mengatakan aksi tawuran ini bersifat random dan pihaknya juga menemukan ada lokasi-lokasi favorit bagi remaja itu untuk melakukan aksi tawuran.

Mereka biasanya menyukai jalan-jalan yang berukuran lebar sebagai lokasi aksi tawuran seperti di sepanjang jalan RE Martadinata.

Menurut dia, lokasi ini menjadi lokasi idola bagi remaja ini melakukan aksi perkelahian dalam jumlah banyak ini

"Selain di jalanan mereka juga berkompetisi di media sosial untuk menjadi yang terbaik versi mereka," kata dia.

Baca juga: Polisi membubarkan tawuran antarwarga di Palmerah Minggu malam

Ia mengatakan seluruh pihak terlibat dalam melakukan upaya pencegahan terjadinya aksi tawuran yang berujung pada tindak pidana.

"Kami meminta peran orang tua dan lingkungan tempat tinggal agar memfasilitasi anak-anak muda ini dengan kegiatan positif sehingga tidak terjebak dalam aksi tawuran ini," katanya.*

Pewarta: Mario Sofia Nasution

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2024