Layanan pengantaran obat ARV Jak-Anter yang pada awalnya digagas oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI untuk memastikan keberlanjutan pengobatan ARV bagi orang dengan HIV (ODHIV) selama pandemi COVID-19 kini telah hadir dengan wajah baru ke seluruh Puskesmas di DKI Jakarta.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kesehatan Daerah, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Verry Adrian, M.Epid. dalam keterangannya, Jumat mengatakan dalam Fast Track Cities 2023 di Amsterdam, saya memaparkan layanan Jak-Anter sebagai upaya Jakarta dalam mengendalikan HIV melalui kolaborasi dengan sektor swasta untuk mendukung pengobatan HIV berbasis rumah.

Dengan layanan Jak-Anter, diharapkan tidak seorangpun klien HIV-AIDS di DKI Jakarta yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan. Layanan Jak-Anter memperoleh apresiasi dari berbagai negara peserta konferensi.

Dalam forum ini kami membagikan praktik baik kerja sama pemerintah dan sektor swasta sebagai salah satu upaya untuk memastikan bahwa inovasi yang kami gagas berjalan dengan lancar.

"Perluasan layanan Jak-Anter ke sebagian besar puskesmas di DKI Jakarta memberikan kemudahan bagi klien ODHIV untuk mengakses layanan kesehatan yang cepat dan efisien tanpa harus keluar rumah," ujar Enilda Martin, Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia.

“Mengintegrasikan Jak-Anter ke dalam platform Grab Health telah memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan teknologi layanan kesehatan di Indonesia dan memberikan manfaat penting bagi pasien," katanya.

Menanggapi kemajuan dalam layanan Jak-Anter, Project Director EpiC Indonesia, Erlian Aditya mengatakan meskipun jumlah pasien yang menggunakan belum banyak dan promosinya perlu lebih digencarkan, Jak-Anter menyediakan pilihan yang client-centred agar ODHIV terus dapat mengakses ARV dimanapun dia berada dan membantu tenaga kesehatan mensistematiskan proses pengantaran ARV ke rumah pasien.

VP of Medical Operations PT Good Doctor Technology, dr. Ega Bonar Bastari mengatakan kami senang sekaligus bangga karena di satu sisi semakin banyak fasilitas kesehatan yang terlibat dalam layanan Jak-Anter dan di sisi lain apresiasi dunia internasional terhadap layanan ini.

Pencapaian ini memperkuat keyakinan kami bahwa telemedisin dapat mengatasi hambatan dalam pengelolaan HIV-AIDS yang membutuhkan terapi ARV seumur hidup. Dengan teknologi kesehatan yang kami miliki, semua klien HIV-AIDS di DKI Jakarta dapat terlayani dengan cepat, aman, dan nyaman.

Pencapaian ini juga tidak membuat kami berpuas diri, namun memotivasi kami untuk meningkatkan akses layanan kesehatan berkualitas kepada seluruh klien HIV-AIDS di Indonesia.

Sebagai telemedisin pertama yang bekerja sama dengan EpiC Indonesia dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi digital, kami terus membuka diri untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah dan organisasi masyarakat sipil sehingga seluruh klien HIV-AIDS maupun penyakit-penyakit kronis lain di Indonesia dapat terlayani dengan baik seperti para klien di DKI Jakarta.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2024