Jenewa (Antara/Xinhua-OANA/Antara Megapolitan) - Pada kesempatan Hari Obesitas Dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan agar minuman bergula dikenakan pajak guna menurunkan konsumsi dan mengurangi kegemukan, diabets tipe 2, dan kerusakan gigi.

Kebijakan fiskal yang menghasilkan sedikitnya peningkatan 20 persen harga eceran minuman bergula akan menghasilkan pengurangan yang sebanding dalam konsumsi produk semacam itu, kata satu laporan baru yang disiarkan oleh WHO.

Laporan tersebut, yang berjudul kebijakan Fiskal untuk Diet dan Pencegahan Penyakit Tak Menular, menunjukkan bahwa minuman dan makanan yang banyak gula dapat menjadi sumber utama kalori yang diperlukan dalam makanan rakyat, terutama dalam kasus anak-anak, remaja dan orang dewasa muda.

Laporan itu juga menyatakan sebagian kelompok, termasuk orang yang hidup dengan penghasilan rendah, orang muda, dan mereka yang sering mengkonsumsi minuman serta makanan tidak sehat, adalah yang responsif pada perubahan harga minuman dan makanan serhingga mendapat manfaat kesehatan yang paling tinggi.

"Konsumsi makanan bebas gula, termasuk produk seperti minuman yang mengandung gula, adalah faktor utama dalam peningkatan rakyat global yang menderita kegemukan serta diabetes," kata Douglas Bettcher, Direktur Departemen WHO Urusan Pencegahan Penyakit yang Tidak Menular.

"Jika pemerintah mengenakan pajak untuk produk seperti minuman yang mengandung gula, mereka dapat mengurangi penderitaan dan menyelamatkan nyawa. Mereka juga dapat memangkas biaya perawatan kesehatan dan meningkatkan penghasilan guna menanam modal dalam layanan kesehatan," kata Bettcher, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.

Untuk mencegah kegemukan dan kerusakan gigi, orang dewasa dan anak-anak mesti mengurangi konsumsi gula jadi kurang dari 10 persen asupakn energi harian mereka, setara dengan sebanyak 12 sendok teh gula buat orang dewasa.

Secara rata-rata, satu kaleng minuman yang mengandung gula berisi sebanyak 40 gram gula, sama dengan sebanyak 10 sendok teh gula buat orang dewasa.

Pada 2014, lebih dari satu dalam tiga orang dewasa di seluruh dunia yang berusia 18 tahun dan lebih tua lagi kelebihan berat. Prevalensi kegemukan di seluruh dunia lebih dari dua kali lipat antara 1980 dan 2014, dengan 11 persen lelaki dan 15 persen perempuan 9lebih separuh dari satu miliar orang dewasa) dikategorikan sebagai gemuk.

Penerjemah: Chaidar.

Pewarta:

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2016