PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) mengumumkan perubahan susunan pengurus Perseroan, dengan bergabungnya Whendy Yusman Suwito sebagai anggota Direksi Perseroan, menggantikan Rosid Sujono yang sudah memasuki masa purnabakti.

“Rapat secara resmi mengesahkan Whendy Yusman Suwito sebagai salah satu Direktur Perseroan," ujar kata Direktur Utama PT Victoria Care Indonesia Tbk. Billy Hartono Salim dalam keterangannya, Jumat.

Bergabungnya Whendy Yusman Suwito dalam jajaran anggota Direksi Perseroan diharapkan mampu mewujudkan visi misi PT Victoria Care Indonesia Tbk di masa mendatang. Kami juga berharap bisa melihat dampak positif pada pertumbuhan Perseroan jangka panjang.

Billy menambahkan bahwa penunjukkan Whendy Yusman Suwito yang inovatif dan berpemikiran maju diyakini mampu mendukung dan menerapkan implementasi strategi di tahun mendatang secara efektif. Lebih lanjut, Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Rosid Sujono atas dedikasinya.

“Saya beserta anggota direksi yang lain menyampaikan terima kasih banyak atas kerja keras dan dedikasi Bapak Rosid Sujono selama lebih dari 15 tahun bersama-sama membangun VICI hingga sampai sekarang ini,” imbuh Billy.

Dengan perubahan struktur anggota Direksi yang baru, maka jajaran anggota Direksi Perseroan saat ini adalah Billy Hartono Salim  (Direktur Utama),
Sumardi Widjaja  (Direktur), Whendy Yusman Suwito  (Direktur), Tene Michael Alexander (Direktur), dan
Henny Soetanto (Direktur).

Lebih lanjut, dalam rapat juga disahkan pembagian total dividen sebesar Rp36,9 miliar yang akan didistribusikan kepada semua pemegang saham Perseroan yang berhak.

Selain mengumumkan perubahan anggota Direksi, dalam rapat ini PT Victoria Care Indonesia Tbk juga mengumumkan kinerja Perseroan di sepanjang 2022.

Pada kuartal IV tahun 2022, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp318 miliar, naik 13,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, dan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp44 miliar, atau naik 71,5 persen dibandingkan kuartal III tahun 2022.

Secara YoY, pendapatan Perseroan turun sebesar 9,2 persen YoY, dari sebelumnya Rp1,1 trilliun di 2021 menjadi Rp1 trilliun di 2022, diakibatkan terutama penurunan penjualan antiseptik akibat kondisi pandemi yang membaik di keseluruhan tahun 2022. Namun, jika penjualan produk-produk antiseptik dikecualikan, penjualan Perseroan justru tumbuh 13 persen dibandingkan 2021.

Meski begitu, investasi yang Perseroan lakukan pada kategori-kategori baru seperti perawatan rambut profesional dan kosmetik dekoratif membuahkan hasil dengan pertumbuhan penjualan mencapai masing-masing 300 persen dan 185 persen di tahun 2022 dibandingkan 2021.

Lebih lanjut, yang menjadi capaian penting Perseroan di tahun 2022 lalu adalah kemampuan Perseroan untuk monetisasi dari online channel. Penjualan Perseroan melalui online naik lebih dari 300 persen di tahun 2022 dibandingkan 2021.

“Kami sadar sepenuhnya bahwa kondisi pandemi sudah berubah di 2022 dan kami merespons perubahan tersebut dengan segera mengeluarkan produk-produk baru yang sesuai dengan tren pasar dan ternyata diterima dengan sangat positif sehingga mendukung perbaikan performa kami dari kuartal ke kuartal di sepanjang 2022,” imbuh Billy.

Setelah melewati tahun yang penuh tantangan, Perseroan terus beradaptasi dengan menerapkan beragam strategi. Terbukti, Perseroan berhasil mengawali tahun 2023 dengan performa keuangan yang menunjukkan pertumbuhan yang agresif baik dari sisi pendapatan maupun juga profit.

Hal tersebut terlihat dari pendapatan Perseroan di kuartal pertama tahun 2023 yang tumbuh sebesar 38,9 persen dibandingkan kuartal pertama tahun lalu dan peningkatan laba bersih Perseroan lebih dari 4 kali lipat YoY menjadi Rp39,2 miliar pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan laba bersih di periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp9,4 miliar.

Selain mencatatkan pertumbuhan yang impresif, Perseroan juga mencatatkan peningkatan kinerja pada rasio profitabilitasnya. Margin laba kotor Perseroan meningkat menjadi 55,2 persen pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan 51,5 persen pada kuartal yang sama di tahun sebelumnya. Sementara untuk margin laba bersih, Perseroan juga mencatat kenaikan signifikan menjadi 13,3 persen dari sebelumnya 4,4 persen pada kuartal 1 tahun lalu.

“Kami sangat senang melihat performa kami di kuartal pertama tahun ini. Ini menunjukkan Perseroan memiliki determinasi tinggi untuk kembali tumbuh setelah mengalami tahun yang penuh tantangan di 2022,” imbuh Billy.

Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa tahun ini pun tidak akan menjadi tahun yang mudah, namun Perseroan percaya dengan semangat untuk terus melakukan inovasi dalam menciptakan produk yang sesuai dengan pergerakan tren dan permintaan konsumen, maka Perseroan akan mampu melampaui tahun ini dengan kinerja yang lebih baik dari tahun lalu.

“Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan double digit dari tahun lalu dan margin laba bersih di atas 10 persen,” pungkas Billy.

Untuk mencapai target tersebut, Perseroan memiliki sejumlah strategi, di antaranya menyiapkan beragam inovasi produk-produk terbaru untuk para konsumen hingga agresif melakukan monetisasi online channel tak hanya untuk membangun awareness, tapi juga sebagai sarana penjualan Perseroan.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023