Perumda Pasar Pakuan Jaya menilai aplikasi e-metrologi atau Si-eMet yang telah diterapkan di Kota Bogor, Jawa Barat memudahkan pedagang mengecek alat ukur dagang masih akurat atau tidak dan sistem pembayaran yang terbuka.

Direktur Utama Pemuda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Muzakkir di Kota Bogor, Jumat,mengungkapkan dengan ada aplikasi tersebut, pedagang di 14 pasar kota hujan itu juga akan dibagi-bagikan alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP).

"Pelatihan bagi tim penera dari Perumda Pasar Pakuan sangat kami apresiasi. Ke depan di 14 pasar di Kota Bogor akan dilengkapi tim tera timbangan. Jadi kalau ada kendala kecurangan ada tim khusus yang bisa langsung mengadakan pengecekan di lapangan," ujar Muzakkir.

Baca juga: Pemkot Bogor terapkan aplikasi "Si-eMet" untuk lindungi konsumen
Baca juga: Perumda PPJ lakukan operasi tera timbangan di 12 pasar di Kota Bogor

Peluncuran aplikasi Si-eMet pun dirangkai dengan penampakan cap tanda tera pertama tahun 2023 dan pelantikan petugas atau jurutera Kota Bogor oleh Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor disaksikan Dedie A. Rachim.

Aplikasi Si-eMet telah diluncurkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor, Jawa Barat
di Mal Botani Square, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (18/1).

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Abdul Rachim sebelumnya menjelaskan dengan hadirnya aplikasi Si-eMet diharapkan dapat memberi perlindungan mengenai akurasi alat-alat ukur yang digunakan pedagang.

Baca juga: Kota Bogor ditunjuk jadi calon daerah tertib ukur 2019

Dia mengungkapkan, masih banyak konsumen atau warga yang belanja di luar pasar, lapak-lapak yang mungkin tidak bisa dipertanggungjawabkan dan dijamin tingkat akurasi alat-alat ukur penimbang.

Ke depan, kata Dedie, Kota Bogor berkeinginan untuk menambah pasar agar mendorong dan memberikan edukasi bagi masyarakat untuk belanja ke dalam pasar bukan di luar pasar, seperti di pedagang kaki lima (PKL).

Dengan begitu, PKL bisa bisa naik kelas menjadi pedagang pemilik kios di pasar karena konsumen sudah lebih suka belanja di dalam pasar, sehingga komoditi yang diperjualbelikan dapat dipertanggungjawabkan, baik segi kualitas maupun ukurannya.
 

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023