Bekasi (Antara Megapolitan) - Sejumlah pemudik arus balik asal Pantura yang melintasi Kota Bekasi, Jawa Barat, membawa kerupuk warna warni sebagai buah tangan dari kampung halaman.

"Ini namanya kerupuk melarat makanan khas daerah Cirebon dan Subang. Saya belinya di Cirebon buat cemilan saat macet," kata pengendara arus balik Tri Saptohadi (35) di Bekasi, Minggu.

Menurut dia, kerupuk tersebut dibeli seharga Rp5 ribu per kemasan plastik bening dengan dua pilihan rasa, yakni manis dan asin.

Kerupuk tersebut seakan menjadi ikon bagi pemudik yang tengah melakukan perjalanan pulang kembali ke Jakarta dari kampungnya kawasan Pantura.

Tidak sedikit pula pemudik bermotor menggantung oleh-oleh tersebut di sejumlah sisi belakang jok motornya.

"Ini oleh-oleh wajib yang harus saya bawa ke Jakarta setiap pulang mudik, supaya bisa bagi-bagi ke tetangga kontrakan rumah," katanya.

Kerupuk melarat merupakan salah satu camilan yang berbeda dengan kerupuk yang biasa diolah menggunakan minyak goreng dalam wajan.

Kerupukan melarat ini memiliki keunikan dalam proses pembuatannya sebab diproses menggunakan pasir sebagai pengganti minyak goreng.

Namun pasir disini bukan sembarang pasir yang biasa digunakan untuk proses pembuatan bangunan, melainkan pasir yang sudah dilakukan penyaringan dan sudah disangrai terlebih dahulu.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2016