Bekasi (Antara Megapolitan) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, merespon positif tawaran penggarapan proyek transportasi modern `Transit Oriented Development` (TOD) oleh perusahaan properti PT Summarecon Agung di wilayahnya.

"Kota Bekasi selalu terbuka untuk investasi selama sejalan dengan Visi Kota Bekasi yang Maju," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Rabu.

Hal itu dikatakan Rahmat usai beraudiensi dan menerima pemaparan dari jajaran PT Summarecon Agung di ruang kerja Wali Kota Bekasi, Rabu siang.

Proyek TOD tersebut merupakan suatu konsep pembangunan transportasi modern yang akan disinergikan dengan tata ruang kawasan terpadu Summarecon Bekasi guna mengakomodasi pertumbuhan baru dengan memperkuat fasilitas lingkungan tempat tinggal.

Sesuai rencananya, TOD tersebut akan dilengkapi dengan sistem jaringan angkutan umum massal Bus Rapid Transit (BRT) sehingga mempermudah warga kota untuk bertransportasi ke sejumlah tujuan.

TOD tersebut juga akan menghubungkan fasilitas umum seperti stasiun kereta, bus Tranjakarta dan moda angkutan perkotaan dalam suatu lokasi.

Rencananya BRT ini akan menghubungkan stasiun Bekasi di Jalan Ir H Djuanda, Bekasi Timur dengan sejumlah properti kawasan Summarecon seperti apartemen, perumahan dan pusat perbelanjaan.

"Saya menyadari sejumlah negara maju telah mengadopsi sistem transportasi tersebut," katanya.

Dikatakan Rahmat, fasilitas tersebut akan memudahkan akses traportasi para wisatawan di Kota Bekasi maupun kemudahan transportasi bagi warganya.

"Rencana ini tentunya telah dikaji oleh para ahli, tinggal sekarang kita sinkronkan dengan rencana tata ruang Kota Bekasi agar menjadi satu kesatuan yang teritegrasi dengan moda tranportasi yang ada," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2016