Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi memberikan edukasi tentang pengurangan risiko bencana kepada para pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Kota Sukabumi, Jawa Barat.

"Edukasi ini bertujuan agar pelajar ikut berperan aktif dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana, sehingga mereka siap menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan dan di mana saja," kata Pengurus PMI Kota Sukabumi Bidang SDM dan Relawan Dessy Rachmawati di Sukabumi pada Sabtu.

Menurut Dessy, peran pelajar dalam mitigasi bencana ini cukup penting yang untuk mengurangi resiko bencana khususnya meminimalkan dampaknya baik korban jiwa maupun kerugian harta.

Baca juga: Tim SAR gabungan perluas area pencarian bocah terbawa arus sungai di hari keempat

Selain itu, edukasi ini pun untuk mengajak semua pihak khususnya pelajar untuk ikut berkolaborasi melakukan upaya pengurangan risiko bencana minimal di lingkungannya masing masing sebagai upaya ikhtiar dalam pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

Selama kegiatan, para pelajar yang mengikuti pelatihan ini mereka pun dikenalkan tentang cara pemberian pertolongan kepada korban yang terluka, kemudian cara selamat dari bencana dengan melakukan simulasi menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Edukasi ini pun sebagai upaya kesiapsiagaan semua komponen dalam melakukan antisipasi terutama pelajar yang tinggal berada di wilayah rawan bencana banjir dan tanah longsor. Sehingga setelah mendapatkan ilmu yang diberikan oleh para instruktur dari PMI mereka bisa menerapkan di daerahnya masing-masing.

Baca juga: Relawan PMI dikerahkan bantu pulihkan aktivitas warga pasca-banjir di Purabaya

Kemudian, para pelajar juga diajarkan evakuasi mandiri pada saat terjadi bencana banjir dan upaya pertolongan pertama kedaruratan. Maka dari itu, diharapkan para pelajar ini pun bisa kembali mengedukasi masyarakat lainnya atau minimal rekan sebayanya terkait pengurangan resiko bencana.

"Bencana bisa datang kapan saja dan tidak bisa diprediksi, untuk itu edukasi ini kami anggap penting agar para pelajar ini siap dalam menghadapi bencana dan mampu menyelamatkan dirinya sendiri maupun orang lain," tambahnya.

Dessy mengatakan selama pelatihan ini peserta diberikan pengetahuan umum tentang bencana serta belajar membuat peta resiko dan jalur evakuasi yang dibuat secara partisipasi dan diskusi kelompok di sekolahnya.

Baca juga: Antisipasi banjir PMI dan BPBD Kabupaten Sukabumi normalisasi sungai Cibeber

Di sisi lain, PMI telah menyiagakan personel, peralatan dan armada pendukung lainnya seperti ambulans yang bisa dikerahkan kapan saja khususnya pada saat ada informasi bencana. Kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul adanya informasi peringatan dini potensi banjir dan longsor yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022