Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengajak para kepala desa dan masyarakat untuk menjaga iklim investasi di Karawang mengingat peran investor cukup penting dalam proses pembangunan di daerah.

"Mari kita jaga bersama iklim investasi, agar ada sinergi dalam pembangunan antara pemerintah, masyarakat dan swasta," katanya usai penyerahan CSR alat kesehatan untuk Posyandu di Cikampek oleh Forum CSR Tenant Indotaisei, di Karawang, Selasa.

Ia menyampaikan, saat ini masa pandemi mulai berlalu, sehingga investasi berpotensi berjalan dan bangkit. Oleh karena itu iklim berusaha harus dijaga untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

"Harus ada komitmen bersama untuk saling menjaga iklim investasi. Jadi bagi pihak perusahaan yang merasa kesulitan mengurus perizinan, misalnya, silakan sampaikan ke kami. Sebab kami di pemkab sudah berkomitmen untuk memudahkan investasi di Karawang," kata Wabup.

Baca juga: Capaian realisasi investasi di Karawang capai Rp15,27 triliun
Baca juga: Realisasi investasi di Karawang masuk dalam lima besar nasional

Sementara itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyebutkan kalau capaian realisasi investasi telah mencapai Rp15,27 triliun pada semester I-2022.

Menurut Kepala DPMPTSP Karawang Eka Sanatha capaian investasi itu sudah mencapai 51,16 persen dari target yang telah ditentukan Pemprov Jabar sebesar Rp29,85 triliun pada 2022.

Catatan DPMPTSP setempat, investasi di Karawang pada 2019 sebelum COVID-19 mencapai Rp24,29 triliun. Namun, investasi mengalami penurunan 31,12 persen pada 2020 karena pandemi COVID-19.

"Sepanjang tahun 2020, realisasi investasi hanya mencapai Rp16,73 triliun," kata Eka.

Selanjutnya, terjadi kenaikan investasi pada 2021, bahkan melampaui capaian investasi pada 2019. Pada 2021, realisasi investasi di Karawang mencapai Rp26,63 triliun atau naik 59,17 persen dibandingkan 2020. 



 

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Riza Harahap


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022