Bupati Karawang, Provinsi Jawa Barat, Cellica Nurrachadiana mengimbau agar masyarakat mewaspadai virus cacar monyet dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

"Bentuk kewaspadaan ini bisa dilakukan melalui pola hidup bersih dan sehat," katanya, di Karawang, Rabu.

Ia mengatakan cacar monyet merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan virus hewan ke manusia. Virus ini awalnya ditularkan melalui binatang khususnya monyet, tikus, tupai, dan gambia.

Baca juga: Pemkab Karawang imbau masyarakat waspadai munculnya virus cacar monyet
Baca juga: WHO minta negara di kawasan Asia Tenggara perkuat sistem pengawasan cacar monyet

Upaya pencegahan penularan cacar monyet bisa dilakukan dengan cara menghindari kontak erat dengan pasien yang terinfeksi, yakni pasien yang mendapat cakaran atau gigitan hewan terutama monyet, tikus, tupai dan gembia.

“Hingga saat ini masih belum ditemukan cacar monyet, tapi kewaspadaan perlu. Jadi mari kita jaga kesehatan dan kebersihan," kata Cellica Nurrachadiana.

Kepala Dinas Kesehatan Karawang, dr Endang Suryadi mengatakan, pihaknya meminta agar warga dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran virus apa pun, termasuk virus tersebut atau yang dikenal juga dengan monkeypox.

Baca juga: Cegah penularan penyakit cacar monyet, perlu tingkatkan kewaspadaan nasional

Seperti pada umumnya penyakit cacar, kata dia, gejala monkeypox di antaranya sakit kepala, demam akut, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, asthenia, sakit punggung, hingga munculnya cacar.

“Namun perbedaannya, bintik-bintik merah itu lebih banyak di sekitar telapak tangan dan kaki. Kemudian, bintik kemerah-kemerahannya itu berbentuk bulat,” demikian Endang Suryadi.

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022