Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat, terus mendorong para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar bisa naik kelas dan merambah pasar dunia, sehingga produk UMKM mereka bisa lebih dikenal  di pasar internasional.

"Saat ini sudah ada tiga produk UMKM karya warga Kota Sukabumi yang rutin diekspor ke berbagai negara, kami berharap pelaku UMKM tersebut bisa mengikuti jejaknya," kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dI Sukabumi, Senin.

Produk UMKM yang sudah diekspor tersebut itu antara lain olahan tempe dan gula merah.

Menurut Fahmi, semakin pesat dunia telekomunikasi dan teknologi informatika tentu harus dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM asal Kota Sukabumi, minimal bisa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan sekaligus memasarkan produk.

Melalui jejaring media sosial maupun internet tersebut masyarakat di berbagai belahan dunia akan dengan mudah mengetahui produk yang dipasarkan pelaku UMKM asal Kota Sukabumi.

Maka dari itu, katanya, inovasi dan kreativitas pelaku UMKM harus ditingkatkan sehingga bisa menyesuaikan dengan keinginan pasar.

Selain itu, Pemkot Sukabumi pun secara rutin memberikan pembinaan dan bantuan kepada para pelaku UMKM seperti  memberikan edukasi terkait dengan standar yang diterapkan antara lain memiliki kemasan berwarna dan mencantumkan kandungan produknya.

Kemudian mempermudah pembuatan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan label halal, kemudian ikut mempromosikan produk mulai dari tingkat nasional hingga internasional serta menyalurkan bantuan modal usaha.

"Kami pun telah melakukan kerjasama dengan fasilitator di Bandung, Jabar dalam upaya mengembangkan UMKM Kota Sukabumi agar bisa masuk pasar Singapura. Pada tahap awal telah terpilih 25 UMKM yang telah memiliki standar yang diinginkan pasar mancanegara," katanya.

Fahmi mengatakan pelaku UMKM tidak hanya harus mampu berinovasi dan berkreativitas saja, tetapi harus benar-benar memiliki mental wirausaha yang kuat agar mereka bisa bersaing di pasar global.

Di sisi lain, tingginya dukungan Pemkot Sukabumi kepada para pelaku UMKM, karena sektor ini merupakan salah satu tiang penyangga perekonomian masyarakat.

Banyak UMKM telah teruji dan berhasil bertahan dari berbagai masalah seperti krisis moneter bahkan sejak berstatus pandemi COVID-19, pelaku usaha ini banyak yang mampu bertahan dan kembali bangkit dengan cepat. 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Budi Setiawanto


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022