Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menargetkan dapat menyelesaikan investigasi penyebab longsor dan banjir bandang di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang, selama tiga bulan ke depan. 

"Kerja ini harus melibatkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Kita ingin dalam waktu tiga bulan sudah ada kesimpulannya seperti apa," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Yani Hassan, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa.

Menurutnya materi utama yang menjadi bahan kajian yaitu penyebab banjir bandang dan longsor sesuai riwayat kejadian bencana serupa di wilayah masing-masing.

"Penyebab banjir dan longsor, karena informasinya pada 2015 pernah terjadi di Pamijahan,  terus yang di Leuwiliang juga pernah. Nanti bisa terlihat jejak forensiknya," katanya.

Ia menyebutkan bahwa sementara Pemerintah Kabupaten Bogor hanya melakukan kajian bersama PVMBG. Tapi tidak menutup kemungkinan menggandeng instansi lainnya di pertengahan jalan.

"Kalau nanti PVMBG perlu instansi lain, kita bareng mungkin untuk pemetaannya," katanya.

Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat, banjir bandang dan longsor pada Rabu (22/6)  2022 di Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan dan Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang menelan tiga korban jiwa.

Kemudian, mengakibatkan ratusan rumah mengalami rusak ringan hingga berat, serta memutuskan sejumlah akses jalan dan jembatan, demikian Yani Hassan.

Baca juga: Pemkab Bogor butuh dana Rp4,2 miliar tangani korban longsor dan banjir bandang
Baca juga: Banjir bandang di Bogor seorang warga tewas, satu lainnya hilang
Baca juga: 39 ekor hewan kurban hanyut saat banjir bandang di Bogor

 
Kondisi di lokasi bencana di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/6/2022). (FOTO ANTARA/M Fikri Setiawan)


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD Bogor targetkan 3 bulan investigasi bencana Pamijahan-Leuwiliang

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Riza Harahap


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022