Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat berupaya mencegah kasus remaja yang stunting atau gagal tumbuh dengan membuat berbagai program yang melibatkan sejumlah pihak.

"Pada pencegahan stunting ini kami melibatkan unsur TNI dan Polri untuk membantu Pemkot Sukabumi dalam upaya menekan angka kasus remaja yang stunting," kata Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinkes Kota Sukabumi Wita Darmawanti di Sukabumi pada Senin, (30/5).

Menurut Wita, pelibatan unsur TNI dan Polri dalam mencegah kasus stunting pada warga yang berada di usia remaja karena dua lembaga tersebut memiliki banyak program, salah satunya program membentuk tubuh yang ideal atau proporsional

Baca juga: Peningkatan kualitas pangan untuk cegah stunting di Sukabumi
Baca juga: Kota Sukabumi bebas dari stunting

Kemudian, pihaknya juga menggelar kegiatan Aksi Remaja Cegah Stunting di mana kegiatan tersebut melibatkan ratusan pelajar SMP dan SMA sederajat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi pada Senin, (30/5).

Dalam acara itu pun para pelajar, ikut menyosialisasikan pencegahan stunting pada usia remaja dengan melakukan olah raga yang cukup, makan makanan bergizi dan seimbang, meminum vitamin dan beristirahat yang cukup.

"Aksi tersebut juga diisi dengan sosialisasi minum tablet tambah darah remaja putri, peluncuran posyandu remaja di 33 kelurahan, serta pembentukan Duta Rematri untuk memberikan sosialiasi kepada atau rekannya sesama remaja cara mencegah stunting," tambahnya.

Baca juga: Ada 100 kabupaten menjadi prioritas penanganan Stunting

Di sisi lain, Wita mengatakan pencegaha stunting ini tidak hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah saja, tetapi merupakan tanggung jawab utama orang tua dalam memberikan asupan makanan yang bergizi dan seimbang disertai vitamin untuk memacu pertumbuhan tumbuh kembang tubuh anak-anaknya.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022